Ini Alasan BRI Pilih Kampung Doyo Baru Masuk 25 Besar Desa BRILiaN 2026

JAYAPURA – Kampung Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, berhasil masuk dalam 25 besar Desa BRILiaN 2026. Capaian tersebut bukan tanpa alasan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menilai terdapat sejumlah potensi dan inovasi yang membuat Kampung Doyo Baru layak masuk dalam jajaran desa terbaik program pemberdayaan BRI tersebut.

 

Regional CEO BRI Region 18 Jayapura, Fahmi Rahendas, mengatakan proses pemilihan desa dalam program Desa BRILiaN dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria. Salah satunya adalah keaktifan pemerintah kampung dalam mengikuti proses pembinaan dan pengembangan desa.

 

“Dari 5.000 lebih desa binaan yang ada di Indonesia, kita memilih berdasarkan kriteria tertentu. Contohnya adalah keaktifan dari perangkat kampung atau perangkat desa dalam mengikuti proses ini,” ujar Fahmi.

 

Menurut Fahmi, Kampung Doyo Baru memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan BRI. Salah satunya adalah penerapan konsep kampung digital yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun.

 

Digitalisasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong kampung agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

 

“Di sini juga sudah termasuk desa digital. Kemudian di sini juga punya BUMDes yang berjalan dengan baik. Kriteria-kriteria itu yang membuat Kampung Doyo Baru menjadi salah satu dari 25 terbaik di Indonesia,” jelasnya.

 

Selain digitalisasi, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berjalan dengan baik menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian. BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa.

 

Program Desa BRILiaN sendiri dikembangkan BRI dengan fokus pada empat aspek utama, yakni BUMDes sebagai motor ekonomi desa, digitalisasi, inovasi serta keberlanjutan pembangunan desa.

 

Fahmi mengatakan, BRI melihat potensi tersebut tidak hanya dari sisi kelembagaan, tetapi juga dari kemauan pemerintah kampung dan masyarakat untuk terus berkembang.

 

Karena itu, masuknya Doyo Baru dalam 25 besar bukan menjadi akhir, melainkan bagian dari proses pendampingan agar berbagai potensi yang sudah dimiliki dapat dikembangkan lebih jauh.

 

Ia juga berharap, dengan masuknya Doyo Baru dalam 25 besar Desa BRILiaN, UMKM setempat semakin naik kelas.

 

“Kita berharap UMKM lokal yang ada di desa ini semakin naik kelas,” katanya.

 

Untuk mendukung proses tersebut, Kampung Doyo Baru selanjutnya mendapatkan pendampingan dan pelatihan. Tim dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akan memberikan pendampingan selama satu minggu sebagai bagian dari tahapan pengembangan Desa BRILiaN 2026.

 

Pendampingan tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kapasitas pemerintah kampung maupun masyarakat, sehingga berbagai potensi yang ada dapat dikelola secara lebih baik dan berkelanjutan.

 

Fahmi menegaskan, program Desa BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mengembangkan potensi desa binaan. Hingga Juni 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.000 desa di Indonesia.

Related posts

Sampah dan Sedimentasi Ancam Ekosistem Danau Sentani

Bams

Pemkab Jayapura Tertibkan 31 Bangunan Pemerintah

Bams

Terima Aspirasi Masyarakat Kampung Muara Nawa, Bupati Wonda: Kami akan Realisasikan di Tahun 2026

Jems

Penyandang Disabilitas Pemkab Jayapura Mengadu ke DPR Papua

Bams

Ester Yaku Sebut Pansel DPRK Masuk Angin, Tidak Independen dan Tidak Menghargai Rekomendasi Ondoafi

Jems

Pemerintah Kabupaten Jayapura Tingkatkan Kesiapsiagaan, Genangan Air Mulai Terpantau di Sejumlah Wilayah

Jems

Leave a Comment