Edukasi Orang Tua Murid, TK Angkasa Dan PAUD KB Cendrawasih Hadirkan Psikolog

MERAUKE – Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Provinsi Papua Selatan, Adriana Mailoa, S. Psi, M. Psi, Psikolog dan Ketua Lembaga Bantuan Psikologi Karisma, Virginie Lopulalan, S. Psi dihadirkan langsung dalam kegiatan parenting bertema “Langkah kecil orang tua untuk masa depan anak istimewa” bertempat di TK Angkasa dan PAUD KB Cendrawasih, Sabtu (24/1).

Adapun yang menjadi peserta adalah para orang tua/wali murid TK Angkasa dan PAUD KB Cendrawasih. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan dan aktif bertanya terkait materi yang disampaikan oleh kedua narasumber. Seperti yang diketahui, parenting adalah proses pengasuhan, pendidikan dan bimbingan yang dilakukan orang tua untuk mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial dan intelektual anak sejak lahir hingga dewasa.

Mencakup interaksi, pola asuh dan nilai-nilai yang ditanamkan untuk membentuk karakter dan kemandirian anak. Pemahaman inilah yang ingin disampaikan oleh para guru TK Angkasa dan PAUD KB Cendrawasih dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten. Dalam materinya, sejumlah informasi penting disampaikan oleh Adriana Mailoa.

Antara lain pengertian anak istimewa atau anak berkebutuhan khusus yaitu anak karena kelainan yang dimilikinya membutuhkan bantuan khusus dalam pembelajaran sehingga mampu mengembangkan potensi secara optimal. Turut disampaikan pula tentang klasifikasi anak berkebutuhan khusus yang terdiri dari kelompok yang mengalami penyimpangan atau kelainan dalam bidang intelektual, terdiri dari anak yang luar biasa cerdas dan anak yang tingkat kecerdasannya rendah, kelompok yang mengalami penyimpangan atau keluarbiasaan yang terjadi karena hambatan sensoris, terdiri dari anak tuna rungu dan tuna netra.

Ada pula kelompok anak yang mengalami gangguan komunikasi dan mengalami kesulitan belajar, kelompok anak yang mengalami penyimpangan prilaku, terdiri dari anak tuna laras dan penyandang gangguan emosi termasuk autis. Terakhir kelompok anak yang memiliki keluarbiasaan penyimpangan ganda atau yang disebut tuna ganda.

Sementara itu Virginie Lopulalan memaparkan terkait langkah awal yang dapat dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus yang mencakup asesmen, program pengembangan individual, kurikulum adaptif, pembelajaran berdiferensiasi dan guru pendamping. Khusus untuk asesmen khas dari Autism Spectrum Disorder (ASD) ciri-cirinya antara lain terlambat bicara, kontak mata sangat pendek dan nyaris tidak ada, menangis dan tertawa tanpa alasan, hiperaktif/hipoaktif, eholali/membeo, melakukan aktivitas berpola dan berulang, merasa terganggu jika pola aktivitas berubah, suka mengigit kuku, mengalami keluhan makan, tidur, BAB, berjalan jinjit, suka melompat-lompat, memainkan jari tangan, kepala, mengejapkan mata serta tidak berkomunikasi meskipun dapat mengucapkan kata.

“Orang tua harus memahami dengan baik langkah atau tindakan yang harus dilakukan jika memiliki anak berkebutuhan khusus. Jangan sampai menimbulkan kebingungan karena tidak tahu anak mau diperiksa atau dibawa kemana, apakah ke dokter, terapis atau psikolog, ” terang Virginie.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah PAUD KB Cenderawasih, Indah Suci Rochaini selaku moderator mengungkapkan bahwa tema yang diangkat merupakan tema yang cukup menarik untuk didiskusikan bersama karena tidak hanya berbicara tentang tantangan tetapi juga potensi, cinta dan bagaimana orang tua dapat menciptakan dunia yang ramah bagi anak-anak istimewa. Karena pada dasarnya setiap anak adalah istimewa dan lahir dengan cahaya uniknya masing-masing.(iis).

Related posts

Astra Motor Papua Raih Penghargaan dari SMPN 1 Kabupaten Sorong

Fani

Astra Motor Papua Berpatisipasi Diperayaan HUT ke 62 SMK Negeri 3 Jayapura

Fani

Duta Safety Riding Peroleh Beasiswa Pendidikan dari Yayasan AHM

Fani

Manfaatkan AMAN JKN, Salomina Terkesan dengan Pelayanan BPJS Kesehatan

Fani

AHM Edukasi Teknologi Sepeda Motor Listrik kepada Para Siswa

Fani

Astra Motor Papua Gelar Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2024

Fani

Leave a Comment