Pasific Pos.com
Sosial & Politik

DPP PKP Papua Optimis Lolos Verifikasi

Duduk dari kiri ke kanan para petinggi partai PKP, Deddy Markus, Yulianus Worabay Bettay, Rudolf Morin dan Fredy Fernandes Aronggear. (foto/Humas PKP Papua)

JAYAPURA – Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Papua mulai berbenah jelang pendaftaran dan verifikasi yang dijadwalkan pada April 2022. Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Papua, Yulianus Worabay Bettay percaya diri partai yang didirikan oleh Jendral Tri Sutrisno ini bakal lolos menjadi kontestan Pemilu 2024.

Sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), dulunya PKP merupakan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Partai yang didirikan oleh Jendral Tri Sutrisno sekarang ini berganti nama PKP dan keberadaannya telah mendapatkan pengesahan dari Menkumham.

Yulianus Worabay Bettay atau akrab dipanggil “Memor” menyatakan, partainya kian intens dan masif melakukan konsolidasi terkait verifikasi data administrasi secara menyeluruh pada kepengurusan partai PKP di semua jenjang atau tingkatan baik di Kabupaten/Kota, Kecamatan atau Distrik, hingga Kampung atau Kelurahan.

“Kami juga turun melintasi sejumlah daerah seperti di wilayah adat Saereri meliputi Biak Numfor, Supiori dan Kepulauan Yapen. Sekaligus kami mendeklarasikan safari politik bertepatan pada perayaan Natal dan Tahun Baru kemarin,” katanya kepada wartawan di Jayapura, Selasa (11/1/2022).

“Saya bersama jajaran pengurus provinsi akan berjuang sampai pada verifikasi faktual di bulan Agustus dan kami optimis lolos verifikasi faktual dan siap mengikuti pesta demokrasi Pemilu 2024,” ujarnya.

Worabay yang dipercayakan menjabat ketua DPP PKP Papua menyatakan amanah yang diberikan oleh dewan pimpinan nasional (DPN) bersama seluruh jajaran pengurus partai di provinsi Papua patut mengucap syukur dan berterima kasih, karena merupakan amanah yang mendorong dirinya terjun dalam konstelasi dunia politik di Tanah Papua dan Indonesia.

Worabay sebelumnya berasal dari seorang birokrat dan kini menjabat pimpinan partai politik memilih jalur untuk bersaing di kancah perpolitikan.

Worabay menegaskan PKP bukan partai baru tetapi PKP adalah partai lama yang menjelma dari partai PKPI serta kembali pada jati diri awal sangat siap ikut “bertanding” di Pemilu 2024.

Mantan pemain sepak bola binaan PPLP Papua itu menegaskan seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Keadilan dan Persatuan, telah berkomitmen siap bersaing secara sehat dengan partai-partai lain dalam Pemilu 2024 demi jati diri partai mereka di Indonesia.

Pihaknya berharap untuk provinsi Papua siap merebut kursi di DPR Papua minimal mendapatkan posisi 5 dan 3 kursi di kabupaten/kota. “Saya berharap dan telah konsolidasi sampai ke semua kabupaten/kota dan saya pun sendiri turun langsung dan siap bertarung di tahun 2024,” ujarnya.

Worabay menyatakan meski terjadi perubahan nomenklatur dari PKPI berubah nama ke PKP, tetapi tidak berubah massa simpatisan dan kader loyal tetap dalam barisan (PKP).

“PKP siap hadir bagi semua kalangan rakyat di Tanah Papua,” ujarnya.

Warobay menyatakan, dirinya sebagai ketua partai telah mengakomodir berbagai calon-calon legislator dari seluruh daerah dan saya percaya bahwa kader PKP memiliki dedikasi serta loyalitas buat partai bahkan ada beberapa daerah yang diganti pimpinannya, karena pengamatan kondisi wilayahya tidak mendapatkan suara pada Pemilu sebelumnya di 2019.

Sebagai ketua partai ia turun dan mengecek langsung bagaimana kesiapan kader mereka dan bagaimana kiprah pengurus partai yang lama apakah tetap diakomodir ataukah ganti. Fakta di lapangan di beberapa daerah seperti Biak, Supiori, Kepuluan Yapen dan Waropen, para ketua dewan pimpinan kabupaten/kota beserta jajaran pengurus yang lama harus diganti.

Fredy Fernandes Aronggear, Kepala Bidang Legislator Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan menambahkan, PKP merupakan jelmaan dari partai PKPI.

Perubahan nomenklatur dari PKPI menjadi PKP diantaranya perubahan warna pada logo partai. Pada PKPI dominan dua warna, merah dan putih, saat Kembali Bernama PKP warna logo partai bertambah merah-biru-putih dan kuning

“Nama PKPI diubah menjadi seperti ketika awal pendiriannya pada tahun 1999, yaitu Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Perubahan AD/ART ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,” kata Fredy Aronggear.

Aronggear menginformasikan bahwa pergantian nama PKP disahkan dalam forum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Jakarta pada 25 Mei 2021.

Aronggear juga menjelaskan Munaslub itu turut mengubah nomenklatur pimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) sebagai organ kepengurusan partai yang berkedudukan di tingkat pusat dan dilanjutkan ke semua tingkatan baik di provinsi, kabupaten/kota, distrik/kecamatan hingga kelurahan/kampung.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP periode 2021-2026 dijabat Mayor Jenderal (Purn) Yussuf Solichien. Yussuf merupakan mantan komandan Denjaka. Ia juga pernah menduduki posisi Asisten Perencana Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno juga masuk dalam struktur DPN PKP periode 2021-2026. Try Sutrisno menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Try Sutrisno sendiri merupakan salah satu Pendiri PKP bersama Almarhum Jenderal TNI (Purn) Edi Sdrajat.

Artikel Terkait

Bawaslu Papua Ajak Pers sukseskan Pemilu

Bams

Ketum Partai Nasdem Apresiasi Dukungan Rakyat Papua

Bams

Media Diajak Kedepankan Informasi Positif Terkait Papua

Afrans