Pasific Pos.com
Headline

Debet Air Turun Pelayanan PT PAM Tak Maksimal

Direktur PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani, Entis Sutisna

 

JAYAPURA – Direktur PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani, Entis Sutisna mengakui di bulan Desember 2023 pelayanan yang diberikan kepada pelanggan tidak maksimal.

“Pertama saya menyampaikan permohonan maaf, karena ada beberapa wilayah pelayanan kita yang tidak maksimal. Berdasarkan pantauan saya langsung kebetulan saya membentuk tim Natal dan Tahun baru, yang beranggotakan seluruh tukang ledeng yang ada di enam cabang pelayanan,” Ujarnya kepada wartawan di Jayapura.

Dikatakannya dari enam cabang pelayanan, ada beberapa kondisi yang dipengaruhi faktor alam, terutama yang terdeteksi. Dirinya mendapatkan laporan langsung dari para tukang ledeng adalah sumber air Entrop dari tanggal 20 Desember 2023 – 5 Januari 2024 mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Karena kapasitas disana ada 95 liter/detik. Tetapi selama sebulan ini, karena fluktuatif dan hujan juga tidak merata. Serta kurang begitu banyak curah hujan di Kota Jayapura menyulitkan kami dalam memberikan pelayanan,”akunya.

Sehingga beberapa pelanggan PT PAM di area Jayapura Selatan seperti di Hamadi, belakang Pasar Entrop dan juga Argapura, Polimak tidak maksimal pelayanannya.

Entis mengaku melihat langsung di Entrop juga sama. Pasalnya satu alur itu dibagi untuk tiga yakni PT PAM, PT Bintang Mas dan juga Ondoafi Dawir yang mengelola air juga disana. Ini yang menyebabkan pelayanan tidak maksimal.

“Kemudian pantauan saya juga, selain Entrop juga wilayah Kotaraja, Abe Pantai, Tanah Hitam, BTN, Perumahan Walikota ikut terdampak, akibat sumber air Borgonji yang melayani suplay ke beberapa titik di Tanah Hitam – Kotaraja juga mengalami penurunan debet air yang cukup luar biasa,”ujarnya.

Pasalnya sumber air Borgonji ada 50 liter/detik kapasitasnya. Tetapi yang berproduksi hanya 25 liter/detik.
Kemudian di Kamp Wolker sesuai data terakhir per tanggal 5 Januari terjadi penurunan yang cukup drastis, yang mana kapasitas normal 110 liter/detik. Tetapi menurun menjadi 60 liter/detik yang dapat dimanfaatkan. Hal ini berdampak bagi Masyarakat yang tinggal di Perumnas 1, 2 dan 3 Waena ikut terdampak, karena volume air tidak maksimal.

Selain itu juga dalam sebulan belakangan ini, terjadi penurunan intake Anafre di Angkasa, Jayapura Utara, yang menyebabkan masyarakat di sana juga kesusahan air.

Awalnya kapasitas normal mencapai 60 liter/detik. Tetapi saat ini hanya 30 liter/detik saja yang bisa dikelola. Karena sudah semakin menurun.

Terakhir di Bhayangkara – Jayapura Utara yang juga mengalami penurunan debit. Di Bhayangkara debet airnya kecil. Cuman 20 liter/detik, yang ternyata tidak maksimal.
“Nah titik inilah memang yang menurut saya sangat riskan kita mencapai solusinya. Karena saat ini masyarakat yang berada di Intake Entrop dan kemudian di Anafre untuk masyarakat yang tinggal di Angkasa dan juga di Perumnas I, 2 dan 3 tidak ter koneksi. Jadi hanya sifatnya murni bahwa zona itulah yang hanya bisa terlayani dan tidak terkonek ke zona/wilayah yang lain,”paparnya.