Pasific Pos.com
Info Papua

Apoteker di Papua Diharapkan Lebih Profesional

Foto bersama usai pembukaan rakerda IAI PD Papua. (Foto : Sari)

Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua berharap anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Daerah Papua dapat bekerja lebih profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Papua, Selly Ajawalia mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dalam kegiatan rapat kerja daerah (rakerda) dan pelantikan pengurus IAI PD Papua periode 2022-2026, digelar secara hybrid, di Hotel Mercure Jayapura, Sabtu (4/2/2023),

‘’Kondisi di Papua menuntut kita bekerja dengan hati untuk membangun bidang kesehatan. Oleh karena itu harus bersatu untuk membangun Papua Sehat. Khusus untuk apoteker harus bekerja secara profesional,’’ ujarnya.

Ketua Umum IAI Pengurus Pusat, apt. Noffendri Roestam.

Sementara itu, Ketua Umum IAI Pengurus Pusat, apt. Noffendri Roestam menyampaikan bahwa IAI telah mensahkan rencana strategis (renstra) 2022-2023, sehingga IAI PD se Indonesia termasuk di Papua mengikuti renstra tersebut agar program pusat terintegrasi.

‘’Salah satu isi renstra yakni dengan visi bagaimana membuat anggota sejahtera. Saat ini IAI perlu menyiapkan jenjang karir profesi apoteker. Kami sudah menyiapkan dua jenjang, baik spesialis maupun jenjang advance yang kami adopsi dari organisasi apoteker dunia,’’ jelas Noffendri.

Namun, kata Noffendri, untuk bisa menyiapkan dan mengelolanya, dibutuhkan organisasi yang kuat. IAI pun harus diperkuat infrastrukturnya dan sumber daya manusia agar bisa melaksanakan renstra.

‘’Harapan saya, rakerda ini memilih program yang sudah ada di renstra, sehingga profesionalisme apoteker semakin meningkat yang berdampak pada kesejahteraan anggotanya,’’ ucapnya.

Tema rakerda dan pelantikan pengurus IAI PD Papua yakni Konsolidasi Organisasi untuk Apoteker yang Santun dan Profesional.

Ketua IAI PD Papua, apt.Edward Sihotang menyampaikan bahwa tema tersebut berkaitan dengan visi yakni mengharapkan apoteker yang santun berbicara tentang kualitas pelayanan, bagaimana menghadapi masyarakat.

‘’Juga berbicara tentang apoteker yang kompeten. Karena apapun yang kita lakukan kalau tidak basis kompetensi yang baik dan diukur dengan baik, maka kita tidak bisa menunjukkan memiliki nilai kompetensi yang kuat,’’ kata Edward.

Turut hadir Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura, Mojaza Sirait dan tamu undangan lainnya. (Sari)

Leave a Comment