PT. IJS, Unmus Dan Pemerintah Kampung Urumb Sinergi Gelar Konsultasi Publik Program Recovery Plan Pengelolaan Mangrove   

MERAUKE –Areal Kampung Urum seluas 6.440 hektar (sesuai hasil baseline) adalah areal Recovery Plan yang digagas oleh PT Internusa Jaya Sejahtera (IJS) dalam upaya pelestarian dan pemulihan ekosistem mangrove di pesisir Kampung Urumb Distrik Semangga Kabupaten Merauke, terus diperkuat melalui kegiatan Konsultasi Publik Studi Baseline Mangrove dan Sosial Ekonomi Kampung Urumb sebagai dasar implementasi Recovery Plan pengelolaan mangrove. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 September 2026 di Swiss-Belhotel Merauke ini merupakan hasil kolaborasi antara PT IJS, Universitas Musamus (Unmus) dan Pemerintah Kampung Urumb.

 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman bersama mengenai kondisi ekosistem mangrove sekaligus menggali informasi sosial ekonomi masyarakat yang kehidupannya berkaitan erat dengan sumber daya pesisir. Regional Head PT Internusa Jaya Sejahtera (IJS) Merauke, Haji Faisal dalam sambutannya menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove dan peningkatan manfaatnya bagi masyarakat pesisir.

 

Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Selatan, June Uma A. Wainggai, S.Hut. Ia menekankan bahwa pengelolaan mangrove membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

 

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi Universitas Musamus, Dr. Tobias Ngaruaka, S.Pd., M.Pd saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa hasil kajian ilmiah perlu menjadi landasan dalam menyusun program pengelolaan lingkungan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui penelitian, pendampingan, serta penyediaan data dan informasi yang dapat mendukung proses perencanaan.

 

Dalam pelaksanaannya, konsultasi publik menjadi wadah untuk memaparkan hasil studi baseline, mendengarkan masukan dinas terkait, NGO, perusahaan mitra dan masyarakat kampung Urumb, terkait arah pengelolaan dan pemulihan mangrove di Kampung Urumb.

 

Kearifan lokal menjadi kunci keberhasilan pemulihan mangrove. Salah satu poin penting yang mengemukan dalam diskusi adalah perlunya melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahapan kegiatan pelestarian dan rehabilitasi mangrove. Rata-rata peserta konsultasi publik menekankan bahwa pengetahuan lokal masyarakat perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi dan waktu penanaman mangrove.

 

Hal ini dinilai penting agar kegiatan rehabilitasi tidak hanya berorientasi pada penanaman bibit, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan serta pengalaman masyarakat yang telah lama mengenal karakteristik wilayah pesisir mereka.

Antusiasme peserta dalam menyampaikan pandangan dan pengalaman menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove. Partisipasi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun program Recovery Plan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal.

 

Melalui dialog dan pertukaran informasi, para pemangku kepentingan berupaya mengidentifikasi tantangan, menggali potensi, serta merumuskan langkah-langkah pemulihan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga melakukan survei lapangan untuk melihat secara langsung kondisi ekosistem mangrove di pesisir Kampung Urumb.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali berbagai jenis mangrove, mengamati kondisi kawasan, serta memahami potensi dan permasalahan yang dihadapi di lapangan.

Selain pengamatan ekosistem, peserta meninjau lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan pondok bibit mangrove. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana pendukung kegiatan pembibitan dan penyediaan bibit untuk menunjang program rehabilitasi serta pemulihan kawasan mangrove di masa mendatang.

 

Keberadaan pondok bibit juga menjadi bagian dari upaya membangun dukungan terhadap kegiatan rehabilitasi yang berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak. Membangun masa depan pesisir Kampung Urumb. Konsultasi publik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan Recovery Plan Pengelolaan Mangrove Kampung Urumb. Perencanaan yang didasarkan pada hasil studi baseline, masukan pemangku kepentingan, dan pengetahuan lokal masyarakat diharapkan mampu menghasilkan langkah pemulihan yang lebih tepat sasaran.

 

Sinergi antara PT Internusa Jaya Sejahtera, Universitas Musamus dan Pemerintah Kampung Urumb diharapkan terus berlanjut dalam mendukung pengelolaan mangrove yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pemulihan mangrove di Kampung Urumb diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga mendukung keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Pelestarian mangrove bukan sekadar menjaga ekosistem, melainkan juga merawat sumber kehidupan dan membangun masa depan masyarakat pesisir.(Iis)

Related posts

Kapolres Merauke Sebut Tanam Raya Simbol Kerja Keras

Bams

Ketua MUI Kota Sorong Serukan Umat Islam Harus Jaga Toleransi dan Kerukunan Jelang Natal

Bams

Anak Yatim, Kaum Dhuafa Dan Lansia Dapat Santunan Dari Wanita Islam Papua Selatan 

Bams

Asmat Memanas Pos Satgas 123/Rajawali Dibakar Massa

Fani

Paslon Dinard Kelnea – Yeos Beon Bakal Siapkan Rekonsiliasi Menyeluruh di Kabupaten Nduga

Bams

Ribuan Warga Jalan Santai HUT ke-24 Sarmi, Dilepas Bupati Dominggus Catue

Bams

Leave a Comment