Terkenal Dengan Olahan Sagu Sep, Koko Jony Digandeng Dinas Pendidikan Edukasi Pemuda OAP Di Bidang Tata Boga
MERAUKE-Jony Joko Liusyady atau yang akrab disapa Koko Jony ini cukup lama berkecimpung di dunia kuliner khususnya untuk olahan sagu sep yang laris manis sebagai oleh-oleh dari Kabupaten Merauke. Mengusung brand “Sagu Sep Koko Jony” Pria berdarah Cina Marind ini sukses memasarkan olahan khas tanah Anim Ha hingga keluar daerah bahkan merambah keluar negeri.
Berlatar belakang kesuksesan dan kepiawaiannya dalam membuat sagu sep itulah yang membuat Jony digandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan untuk menjadi instruktur pelatihan life skill untuk Orang Asli Papua (OAP). Beberapa jenis keahlian difokuskan dalam pelatihan tersebut, satu di antaranya tata boga.
Jony menjadi salah satu instruktur di antara beberapa instruktur lain dengan jenis produk yang berbeda-beda. Dirinya khusus mengajarkan peserta membuat sagu sep berdasarkan resep dan tata cara ala dirinya. Tidak sekedar melatih, ia juga memberikan edukasi agar peserta lebih memahami dan memiliki wawasan luas seputar pembuatan sagu sep yang benar juga enak.
Cara memasak dan memilih bahan baku juga turut ia ajarkan sehingga tidak ada yang terlewatkan oleh seluruh peserta. Selama pelatihan ia menanamkan mindset kepada peserta agar sukses dalam mengelola usaha kuliner dengan mengedepankan kebersihan, rasa yang enak, murah dan banyak jumlahnya. Terkait dengan brand, menurutnya sangat penting sehingga harus dibangun sejak awal, tidak semata-mata mengejar uang atau keuntungan.
Seperti yang diketahui, Jony adalah pelaku UMKM dari Merauke Papua Selatan yang mendedikasikan diri untuk melestarikan dan memperkenalkan sagu sep sebagai makanan tradisional khas Suku Marind. Ia mengemas kuliner ini dengan sangat menarik agar menjadi icon oleh-oleh khas Merauke yang dikenal luas.
Kepada Pasific Pos di Sunny Day Inn Hotel, Selasa (13/10), Jony menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan yang telah melibatkan dirinya pada kegiatan bergengsi dan sarat manfaat.
Menurutnya, peserta OAP yang dibidik oleh pihak dinas sangat tepat agar mereka memiliki pengalaman dan bekal ilmu untuk mengembangkan diri bahkan menjalankan usaha di bidang kuliner. Pada dasarnya pemuda OAP juga mampu bersaing dengan masyarakat nusantara lainnya jika talenta yang ada diasah dengan maksimal. Tidak terkecuali talenta di dunia masak memasak.
“Selama saya menjadi pengusaha kuliner dan fokus pada sagu sep, saya berhasil meraih banyak pelanggan bahkan ada yang dari luar negeri. Antara lain dari Belanda dan Cina yang sangat menyukai sagu sep buatan saya. Rasanya yang enak, kenyal dan gurih membuat orang ketagihan, ” ujarnya.
Jony berharap melalui pelatihan maka peserta yang notabene anak muda Papua dapat mengenal makanan khas daerahnya sendiri serta memotivasi mereka untuk menjadikan kuliner ini sebagai peluang usaha menjanjikan. Jony sendiri telah merasakan manfaat berjualan sagu sep sejak tahun 2017 silam dan semakin terkenal luas serta bertahan hingga saat ini. (iis)
