Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan MARI – YO, Kartu Kasih dan Jalan Resmi Diluncurkan Disaksikan Ribuan Masyrakat

Jayapura,- Ribuan warga Kota Jayapura menghadiri malam refleksi satu tahun Kepemimpinan Mathius D. Fakhiro dan Aryoko Rumaropen (MARI – YO) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Periode 2025 – 2030.

 

Bertepatan dengan itu, Pemerintah Provinsi Papua secara resmi meluncurkan Kartu KASIH (Keluarga Sehat Ibu Hamil) dan Kartu JALAN (Jaminan Lansia) untuk memperluas perlindungan sosial dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Peluncuran kedua kartu tersebut dilakukan oleh Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen disela sela acara malam reflkesi satu tahun kepemimpinan MARI – YO yang digelar secara meriah di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin, 12 Oktober 2026, malam.

 

Peluncuran Kartu KASIH dan Kartu JALAN ini sekaligus melengkapi program unggulan Pemerintah Provinsi Papua yang mengusung tagline “MACE KASIH JALAN PACE”, setelah sebelumnya Kartu MACE (Mahasiswa Cerdas) dan Kartu PACE (Pelajar Cerdas) diluncurkan pada 12 Juni 2026.

 

Gubernur Fakhiri dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

 

Sebab menurutnya, kekayaan terbesar Papua terletak pada sumber daya manusianya, terutama generasi muda yang perlu mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan yang lebih luas.

 

“Kartu MACE bukan sekadar transfer uang, tetapi kontrak harapan. Mahasiswa kami dampingi sampai wisuda dan kami tuntun agar lulus tepat waktu,” tegas Gubernur dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya.

 

Mantan Kapolda Papua ini pun menekankan, keberhasilan program pendidikan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah penerima bantuan, tetapi juga dari jumlah mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan, memperoleh pekerjaan, atau membuka lapangan kerja.

 

Sementara itu, lanjutnya, Kartu KASIH dirancang untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan anak. Pelayanan tersebut mencakup fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, rumah sakit umum daerah kabupaten/kota, hingga rumah sakit umum daerah tingkat provinsi.

 

Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung pencegahan stunting di Papua.

 

Selain itu, Pemprov Papua juga menyampaikan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, terutama bagi Orang Asli Papua (OAP) dari keluarga kurang mampu. Dalam paparannya, Gubernur menyebutkan bahwa sejak November 2025 hingga Juli 2026, RSUD Abepura telah melayani 2.624 pasien OAP dengan total 4.063 tindakan pelayanan.

 

Selain pelayanan kesehatan, pemerintah daerah juga turut mendukung Program Makan Bergizi Gratis dan menghadirkan Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, dan Sarmi untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedalaman, pesisir, dan kawasan terpencil.

 

Di bidang perlindungan sosial, Kartu JALAN menjadi instrumen bantuan bagi masyarakat lanjut usia (lansia). Program ini ditujukan untuk membantu para lansia agar dapat menjalani masa tua dengan lebih aman, mandiri, dan bermartabat.

 

Bantuan Kartu JALAN diberikan dalam bentuk tunai yang disalurkan langsung ke rekening penerima melalui Bank Papua. Pada 2026, program tersebut memasuki tahap percontohan (piloting) dengan sasaran 4.000 penerima manfaat yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

 

Gubernur menjelaskan, bahwa Kartu KASIH dan Kartu JALAN merupakan bagian dari strategi pembangunan jangka menengah dan panjang untuk menekan angka kemiskinan, mengurangi kemiskinan ekstrem, mencegah stunting, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

 

Dengan demikina, Pemprov Papua sangat mengapresiasi dukungan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua yang mendorong Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) bersama para kader di lapangan.

 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen menjelaskan, sejumlah capaian pemerintah daerah selama satu tahun kepemimpinan, termasuk penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Tahun 2026. Provinsi Papua disebut meraih peringkat pertama dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting serta peringkat pertama dalam kategori Creative Financing.

 

Disektor ketahanan pangan, Pemprov Papua bersama Kementerian Pertanian telah mencetak 1.000 hektare sawah baru pada 2025. Pada 2026, program tersebut diperluas dengan target 6.500 hektare, termasuk penanaman perdana di Kabupaten Sarmi.

 

Pemerintah juga memperkuat pengendalian harga kebutuhan pokok melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Pangan Murah. Selain itu, pembangunan pasar rakyat modern mulai dilakukan di Kabupaten Waropen dan direncanakan berlangsung secara bertahap di sembilan kabupaten/kota.

 

Pada sektor ekonomi produktif, pemerintah mendorong pengembangan agroindustri berbasis potensi lokal melalui pembangunan pabrik pakan di Kabupaten Keerom. Upaya pengembangan sektor perikanan juga dilakukan melalui persiapan skema operasional Pelabuhan Peti Kemas Depapre untuk mendukung pengembangan industri perikanan.

 

Untuk meningkatkan konektivitas wilayah, Pemprov Papua menyiapkan subsidi transportasi laut rute Jayapura–Serui dan Jayapura–Biak pada akhir 2026. Program tersebut diharapkan memperluas akses mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi barang dan kebutuhan pokok.

 

Dalam refleksi tersebut, Gubernur juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari keterbatasan akses jalan dan listrik di kampung-kampung, layanan kesehatan yang belum merata, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga pelayanan birokrasi yang perlu terus dibenahi.

 

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, pemerintah menargetkan percepatan sembilan program strategis Papua Cerah. Program tersebut mencakup perluasan Kartu KASIH, pengembangan Kartu PACE dan MACE, perluasan Kartu JALAN, layanan kesehatan bergerak, pembangunan pasar rakyat modern, penyediaan perumahan layak huni, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta pengembangan komoditas strategis berorientasi ekspor.

 

Melalui peluncuran Kartu KASIH dan Kartu JALAN, Pemprov Papua menegaskan arah kebijakan perlindungan sosial yang melengkapi program pendidikan Kartu PACE dan MACE.

Dengan demikian, tagline “MACE KASIH JALAN PACE” menjadi identitas empat program unggulan yang menyasar mahasiswa, ibu hamil dan anak, lanjut usia, serta pelajar dalam upaya memperluas akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial bagi masyarakat Papua. (Tiara).

Related posts

KPU Papua Perkenalkan Katura, Maskot Pilkada 2024

Fani

Kasrem 172/PWY Pimpin Upacara Pelepasan Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 721/Makkasau

Fani

Reses di Dua Kampung, Ety Buwani komitmennya Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Kepada Pemerintah

Bams

RPJMD Papua 2025 – 2029 Disahkan, Pemprov Konsulatsi ke Kemendagri

Bams

Gubernur Serahkan Hewan Kurban di Masjid An-Nur Supiori

Bams

Pangdam XVII/Cenderawasih Lantik 840 Prajurit TNI AD : Ini Awal Pengabdian

Fani

Leave a Comment