Papua Target Produksi Padi 10 Ton per Hektare dari Cetak Sawah Rakyat di Keerom
Senggi, – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Senggi, Kabupaten Keerom.
Target tersebut diupayakan melalui penerapan teknologi pertanian modern Advanced Agriculture System, salah satunya metode PM-AAS, yang akan diuji pada lahan percontohan.
Kepala Dinas Pertanian Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, mengatakan program CSR di Senggi memiliki potensi lahan seluas 6.530,22 hektare.
“Yang saat ini sudah dibuka sekitar 800 hektare. Kemudian yang kedua sekitar 300 hektare. Total 1.100 hektare sudah dilakukan land clearing dan land leveling, bahkan sekarang mulai masuk tahap cetak dan penanaman,” ujar Lunanka di Senggi, Keerom, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, lahan percontohan akan dikembangkan dengan dua model teknologi. Sebagian lahan seluas 50 hektare menggunakan PM-AAS, sementara lahan lainnya memanfaatkan drone dan sistem tanam benih langsung atau Tabela.
Lunanka optimistis penggunaan teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat dibandingkan rata-rata hasil program CSR secara nasional yang berada di kisaran 4-5 ton per hektare. “Kita mengupayakan sekitar 10 ton,” katanya.
Ia juga menyebut uji coba sebelumnya di Keerom berhasil menghasilkan 12 ton per hektare, yang diklaim sebagai capaian tertinggi secara nasional. “Papua juga bisa,” ujar Lunanka.
Program ini akan melibatkan Kementerian Pertanian, BRMP, penyuluh pertanian, serta sejumlah pihak terkait untuk memastikan penerapan teknologi dan pendampingan petani berjalan optimal.
