Hilangkan Pengaruh Film Dokumenter Pesta Babi dari Masyarakat, Ondofolo Atamali Gelar Pesta Makan Babi

SENTANI – Ondofolo Atamali, Septinus, menggelar pesta makan babi bersama masyarakat sebagai upaya melestarikan tradisi adat sekaligus memberikan pemahaman yang benar mengenai makna pesta babi yang sesungguhnya dalam budaya Papua khususnya Sentani.

 

Kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tersebut digelar di tengah perbincangan publik terkait film dokumenter Pesta Babi.

 

Menurut Septinus, tradisi pesta makan babi yang dilaksanakan masyarakat Sentani memiliki nilai yang berbeda dan tidak dapat disamakan dengan narasi yang berkembang dalam film tersebut.

 

“Saya secara pribadi mengadakan pesta makan babi ini tidak ada hubungan dengan apa yang ada dalam film itu. Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa di Sentani juga ada pesta makan babi yang dilakukan dalam berbagai momen, seperti upacara adat maupun pembahasan pembangunan, dan semuanya memiliki tujuan yang positif,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa pesta makan babi merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Sentani. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga menjadi wadah bagi Ondofolo untuk menyampaikan nasihat adat, memberikan arahan kepada masyarakat, serta membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan pembangunan kampung.

 

Dalam pelaksanaannya, seluruh masyarakat dilibatkan, mulai dari anak-anak hingga para orang tua. Melalui forum adat tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai aturan adat, nilai-nilai kebersamaan, serta pentingnya menjaga ketertiban dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

“Semua masyarakat dilibatkan. Ondofolo mengumpulkan mereka untuk mendengar arahan dan nasihat. Di situ disampaikan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari berbagai hal negatif dan tetap menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur,” katanya.

 

Selain itu, pesta makan babi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi terkait pembangunan dan aturan pemerintah yang berlaku. Menurut Septinus, hal tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mengakui diri sebagai warga negara Indonesia, tetapi juga menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik.

 

Ia menegaskan bahwa nilai utama dari pesta makan babi adalah memperkuat persatuan, gotong royong, penghormatan terhadap adat, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

 

Karena itu, Septinus berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai pemahaman yang keliru mengenai tradisi pesta babi, termasuk narasi yang berkembang melalui film dokumenter Pesta Babi.

 

“Kegiatan ini juga dilakukan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh paham atau pengaruh negatif yang muncul dari film dokumenter Pesta Babi. Apa yang kami lakukan di Sentani adalah tradisi adat yang memiliki nilai positif dan sudah dilaksanakan turun-temurun,” tegasnya.

 

Ia menilai film dokumenter tersebut merupakan sebuah cerita yang tidak dapat disamakan dengan praktik budaya yang dijalankan masyarakat adat Papua, khususnya di Sentani. Menurutnya, tradisi pesta babi di Sentani lebih menekankan pada pembinaan masyarakat, penyampaian pesan-pesan adat, serta penguatan hubungan sosial antarwarga.

 

“Saya sudah pernah menyampaikan kepada masyarakat bahwa film itu hanya sebatas cerita yang tidak mencerminkan tradisi yang masyarakat Papua jalankan. Tradisi pesta babi adalah sarana memperkuat persaudaraan, menyampaikan pesan adat, dan membangun masyarakat,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, Septinus berharap masyarakat semakin memahami makna sesungguhnya dari pesta babi dalam budaya Sentani dan terus menjaga nilai-nilai positif yang diwariskan para leluhur sebagai fondasi kehidupan bersama serta benteng dari berbagai pengaruh negatif yang dapat memecah persatuan masyarakat.

Related posts

DPMK Kabupaten Jayapura Salurkan Dana Otsus Rp 2 Miliar untuk TMMD di Kampung Bring

Bams

Propam Polres Jayapura Laksanakan Gaktiblin Personel

Fani

GTRA Kabupaten Jayapura Tetapkan 350 Penerima Redistribusi Tanah Tahun 2025

Bams

Cabup Jayapura Yohannis Manangsang Hadiri Pelantikan Pengurus DMI Kabupaten Jayapura

Bams

Yunus Wonda – Haris Richard Yoku Sah Sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Jayapura

Bams

Geger Foto Pembakaran RSUD Yowari, Polres Jayapura : Hoaks Semua Rekayasa AI!

Fani

Leave a Comment