PLN UIP MPA dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara Perkuat Sinergi Pengembangan PLTP Tawa Songa Wayaua

Sofifi – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) memperkuat komitmen pengembangan energi baru terbarukan melalui kunjungan resmi ke Kantor Gubernur Maluku Utara pada Senin, 24 November 2025 di Sofifi.

Kunjungan ini bertujuan memaparkan progres pengusahaan panas bumi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tawa Songa Wayaua yang berlokasi di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kunjungan dipimpin oleh Vice President PLTP PT PLN (Persero), Maternikus Tigor Marolop Situmorang bersama Manager Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 2 (UPP MPA 2), Sugeng Santoso, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate, Mufid Arianto, serta tim dari PT Tawa Songa Wayaua selaku mitra pelaksana eksplorasi dan diterima langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

PLN memaparkan bahwa pengembangan PLTP Tawa Songa Wayaua berkapasitas 10 MW kini berada pada tahap eksplorasi.

Sebelumnya, pada 26 Agustus 2025, PLN telah menandatangani Geothermal Exploration and Energy Conversion Agreement (GEECA) dengan PT Tawa Songa Wayaua, bagian dari PT Ormat Geothermal Indonesia, yang bertugas melakukan pengeboran eksplorasi dan penyusunan studi kelayakan.

Proyek strategis ini telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dan ditargetkan beroperasi komersial pada 2030. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, terkait percepatan swasembada energi melalui pemanfaatan potensi energi terbarukan nasional, khususnya panas bumi.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan PLTP Tawa Songa Wayaua sehingga target Commercial Operation Date (COD) dapat tercapai sesuai rencana.

Dia menegaskan bahwa panas bumi merupakan energi hijau yang ramah lingkungan, stabil, dan berkelanjutan, serta mampu menjadi baseload andal untuk memenuhi kebutuhan listrik Sistem Bacan yang saat ini masih didominasi PLTD diesel.

“Panas bumi merupakan energi hijau yang ramah lingkungan, stabil, dan berkelanjutan. Energi ini sangat potensial menjadi baseload andal untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sistem Bacan yang hingga saat ini masih banyak bergantung pada pembangkit diesel. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pengembangan PLTP Tawa Songa Wayaua,” tegas Sherly Tjoanda.

Gubernur juga menekankan pentingnya edukasi publik untuk memitigasi potensi gejolak sosial akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kegiatan panas bumi. Beliau mengusulkan agar PLN mengajak perwakilan masyarakat, termasuk Kepala Desa, Camat, Tokoh Agama, hingga kelompok perempuan untuk melakukan studi banding ke PLTP yang telah sukses beroperasi di Indonesia.

“Edukasi publik sangat penting untuk mencegah gejolak sosial yang kerap muncul akibat minimnya pemahaman masyarakat tentang kegiatan panas bumi. Saya mendorong PLN untuk melibatkan perwakilan masyarakat, mulai dari Kepala Desa, Camat, Tokoh Agama hingga kelompok perempuan melalui studi banding ke PLTP yang telah berhasil beroperasi di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, beliau mengimbau agar program TJSL PLN turut mendorong pengembangan pariwisata Pulau Bacan, khususnya potensi wisata air panas di wilayah Tawa, guna menumbuhkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Vice President PLTP PT PLN (Persero), Maternikus Tigor Marolop Situmorang, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Dukungan Ibu Gubernur menjadi energi positif bagi kami. PLN berkomitmen menjalankan seluruh proses eksplorasi secara transparan, profesional, dan berkelanjutan sehingga PLTP Tawa Songa Wayaua dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan energi Maluku Utara,” ujar Tigor.

Selain itu, General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menegaskan kesiapan PLN UIP MPA dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan proyek PLTP Tawa Songa Wayaua.

“PLTP Tawa Songa Wayaua merupakan proyek strategis yang tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah kepulauan. UIP MPA berkomitmen memastikan proses konstruksi, koordinasi lapangan, serta sinergi multipihak berjalan optimal dan sesuai standar keselamatan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa PLN akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan eksplorasi.

“Kami percaya bahwa kolaborasi yang erat antara PLN, Pemerintah Provinsi, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini. UIP MPA siap mengawal pengembangan PLTP Tawa Songa Wayaua hingga dapat memberikan manfaat nyata bagi Maluku Utara,” tambah Nur.

Related posts

Wujud Kontribusi ke Negara, PLN Setor Rp65,59 Triliun Lewat Dividen, Pajak, dan PNBP

Fani

PLN UIP MPA Mantapkan Langkah Transformasi Menuju Energi Hijau

Fani

Warga Binaan Lapas Nusakambangan Makin Berdaya dengan FABA

Fani

BSI Sosialisasikan Talenta Wirausaha

Fani

Kolaborasi Honda di Mandiri Auto and Housing Expo 2025

Fani

Merdeka dari Ancaman Digital! Tri Bekali Anak Muda Indonesia dengan Solusi Teknologi AI

Fani

Leave a Comment