Pasific Pos.com
Papua Selatan

Yang Terbaru Dari Untung Sangaji, Olah Limbah Jadi Batu Bata Unik

1706213
Kapolres Untung Sangaji menunjukkan batu bata yang dibuat (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,-Menyandang titel insinyur membuat salah satu Kapolres di Provinsi Papua ini tidak pernah berhenti melakukan berbagai inovasi, tentunya terobosan yang dilakukan selalu mengandung kebaikan, edukatif dan bermanfaat bagi banyak orang khususnya masyarakat sekitar. Siapa yang tidak kenal dengan AKBP Untung Sangaji yang selalu berinovasi demi membantu masyarakat dengan karya-karyanya yang brilian. Perlahan namun pasti, semua mulai terwujud, mulai dari home industri pembuatan kancing baju dan VCO, kolam ikan untuk budidaya bandeng dan yang terbaru adalah produk batu bata.

1706214
Aneka motif dan corak batu bata yang diproduksi (foto:iis)

Uniknya, batu bata ini ia olah dari limbah yang terbuang. Oleh karena itu tidak seperti batu bata pada umumnya, bata bata inovasi sang Kapolres memiliki tekstur yang unik dan menarik. Warna-warna yang disematkan juga sangat cantik sehingga banyak yang tidak menyangka jika produk indah tersebut ternyata berasal dari limbah yang terbuang.

Namun untuk menghasilkan sebuah produk yang berkualitas, Untung Sangaji mengaku harus melalui uji coba terlebih dahulu dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pasalnya, ia menginginkan agar hasil yang tercipta benar-benar bagus dan berkualitas. Apalagi batu bata tersebut akan digunakan untuk membantu pembangunan rumah bagi warga yang ia bina sehingga ia ingin total dalam melakukannya. “Setelah berbulan-bulan melakukan riset akhirnya batu bata unik dapat tercipta dari bahan baku limbah yang sangat berlimpah di Kota Merauke. Nantinya akan digunakan untuk membantu rumah saudara-saudara kita di Papua Selatan. Ini upaya terbaik yang sudah seharusnya dilakukan,”ujarnya kepada ARAFURA News, Kamis (17/6).

Kapolres Untung Sangaji mengungkapkan bahwa dirinya akan melatih warga untuk membuat batu bata unik tersebut. Tidak tanggung-tanggung, terdapat 200 ton lebih limbah yang akan digunakan. “Apa yang saya lakukan semata-mata untuk membantu samua basudara yang ada di sini. Untuk membangun rumah dengan teknologi dan orang-orang yang berpikir rapih. Doakan saja, agar apa yang akan dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Itu yang saya pikirkan, bagaimana mendapatkan produk ini dengan harga yang terjangkau bahkan bisa dilakukan sendiri. Jadi kita bikin training job untuk kalangan yang akan melakukan ini.

Ya, ini material saya, tinggal kita bantu-bantu semen saja maka sudah jadi,”jelasnya. Untung Sangaji menegaskan bahwa dirinya ikhlas membantu mengajari masyarakat dan mendorong mereka untuk bisa berpikir lebih jauh secara ekonomi dengan sistem tersebut. Hal senada juga ia sampaikan di hadapan anggota saat memimpin apel pagi bahwa batu bata yang ia hasilkan hanya bermodalkan bahan baku limbah kelapa sawit dari perusahaan- perusahaan kelapa sawit yang ada di Merauke. Tak disangka cangkang kelapa sawit yang merupakan limbah hasil olahan pabrik kelapa sawit dapat diolah menjadi batu bata yang cantik, oleh sebab itu akan dikembangkan dan diperbanyak.**