Winona, Public Speaker Papsel Apresiasi Pelatihan Life Skill Bagi OAP
MERAUKE-Public Speaker dan MC kondang Papua Selatan, Wilhelmina Welliken mengapresiasi pelatihan life skill, teknik pengelasan, tata boga, tata busana, broadcasting dan beauty class yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan khusus untuk Orang Asli Papua. Menurutnya, pelatihan yang berlangsung kurang lebih 2 minggu itu sangat bermanfaat bagi para peserta terutama remaja putra putri asli Papua yang dibagi dalam beberapa kelas.
Saat diminta kesediaan untuk menjadi instruktur khusus broadcasting, ia merespon positif dan akan berupaya membagi ilmu kepada para juniornya dengan seoptimal mungkin. Namun Wilhelmina tidak sendiri, ia bersama dengan satu rekannya dari Merauke dan dua instruktur dari Malang.
Khusus untuk broadcasting kelas akan berlangsung selama 1 minggu dan fokus melatih 20 orang yang notabene adalah anak muda Papua. Wanita yang akrab disapa Winona ini menilai, dengan membagi peserta dalam beberapa kelas merupakan langkah tepat karena benar-benar disesuaikan dengan bakat masing-masing.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pihak dinas kepada saya pada momen penting ini. Untuk itu saya akan fokus berbagi ilmu dengan peserta terkait dengan ilmu, wawasan, jam terbang dan pengalaman yang saya punya. 20 orang yang mendaftar untuk kelas broadcasting adalah anak muda yang memang memiliki ketertarikan dengan dunia broadcasting.
Ini sungguh luar biasa karena mereka selanjutnya dapat menjadi public speaker handal di Papua Selatan. Apalagi peluang job di bidang ini juga cukup besar, “terangnya kepada Pasific Pos di Bell Hotel, Senin (12/10). Winona berharap pasca pelatihan, seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga talenta mereka benar-benar terpakai di dunia kerja.
Selain itu SDM mereka juga semakin maju, berkembang serta dapat berkontribusi dengan karya sendiri untuk membangun Papua Selatan. Ia juga berharap pelatihan broadcasting dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang dan ada wadah bagi anak-anak muda asli Papua untuk mengembangkan bakat dan potensi diri. (iis)
