Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Usulan Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Jayapura Resmi Ditolak

Pansus Covid-19 DPRD jayapura
Ketua Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura, H. Wagus Hidayat, SE.

SENTANI- DPRD Kabupaten Jayapura akhirnya resmi menolak panitia khusus (Pansus) penanganan Covid-19 (Coronavirus).

Dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) Jumat (19/6) siang, suara fraksi pengusul Pansus Covid-19 kalah suara dengan suara fraksi penolak Pansus penanganan Covid-19.

Informasi yang dihimpun dari DPRD Kabupaaten Jayapura, rapat Banmus yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo itu memilih jalan voting untuk menentukan apakah dibentuknya Pansus Covid-19 atau Pansus Pemekaran Kampung.

Dari 5 fraksi yang mengikuti rapat Banmus, hanya 2 fraksi saja yang mendukung Pansus Covid-19 dan tiga fraksi lainnya menolak Pansus Covid-19.

Hasil akhirnya, hanya ada 2 fraksi yang mendukung Pansus Covid-19 yakni Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) dan Fraksi PKB, sedangkan tiga fraksi lainnya menolak seperti Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra yang lebih memilih Pansus Pemekaran Kampung daripada Pansus Covid-19 yang lebih urgent untuk saat ini dibentuk.

Anggota Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura, Angganetha Wally selaku fraksi pengusul menganggap aneh saat Banmus DPRD Kabupaten Jayapura melakukan voting.

“Selama beberapa hari belakangan ini, anggota DPRD Kabupaten Jayapura berdebat untuk pembentukan dua pansus. Yakni, panitia khusus (Pansus) Pemekaran Kampung dan juga Pansus Penanganan Covid-19. Kami dari Fraksi Bhinneka Tunggal Ika lebih pro kepada Pansus Covid-19, alasannya karena hal itu sangat urgent. Jadi, (Pansus Covid-19) itu sangat urgent sekali dan sangat mendunia,” kata Angganetha Wally, saat dikonfirmasi wartawan usai rapat Banmus pembahasan atau pembentukan Pansus, Jumat (19/6) sore.

“Lagi pula yang dipakai dari beberapa OPD termasuk dari anggaran DPR yang digeser ke tim gugus tugas Covid-19 itu sebesar 2 miliar rupiah. Hal itu yang harus kami tahu sudah sejauh mana pertanggungjawabannya. Tetapi, kenyataannya ketika kami di rapat Banmus dengan pimpinan dan seluruh anggota Dewan, ternyata kami kalah voting saat menentukan Pansus Covid-19 atau Pansus Pemekaran Kampung yang dipilih untuk dibentuk,” sambungnya.

Saat voting dalam rapat Banmus, Politisi PKPI itu menuturkan, Fraksi Bhinneka Tunggal Ika dan Fraksi PKB lebih mendukung Pansus Covid-19.

“Tetapi, tiga fraksi lainnya lebih memilih mendukung Pansus Pemekaran Kampung. Sehingga kami dari Fraksi BTI dan Fraksi PKB kalah voting dari tiga fraksi lainnya, yaitu Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra,” ujarnya.

“Namun demikian, masyarakat juga perlu mengetahui bahwa kami telah berjuang untuk membentuk Pansus Covid-19. Kami di dalam lembaga ini tidak diam, tetapi kami telah berjuang untuk menjawab aspirasi masyarakat, menjawab kebutuhan masyarakat. Walaupun kami kalah, tetapi kami sudah berjuang untuk membawa aspirasi masyarakat,” lanjunya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura, H. Wagus Hidayat, SE, mengatakan selaku fraksi pengusul Pansus Penanganan Covid-19 telah berjuang untuk membentuk Pansus Covid-19, namun kalah saat lakukan voting.

“Terkait rapat kami tadi (kemarin) di ruang Banmus itu, dimana diputuskan ada dua pansus yang di usulkan. Tapi, yang diputuskan adalah Pansus Pemekaran Kampung. Kami dari Fraksi Bhinneka Tunggal Ika telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong agar dibentuknya Pansus Covid-19. Namun dalam voting, kami hanya didukung oleh Fraksi PKB dan tiga fraksi lainnya mendukung pembentukan Pansus Pemekaran Kampung,” terannya.

Dayat menilai, pihaknya melihat dalam penanganan Covid-19 selama tiga bulan ini sangat banyak menggunakan dana, juga adanya pergeseran-peredaran dana untuk penanganan Covid-19 ini telah dianggarkan sebanyak Rp 49 miliar lebih.

“Kami banyak menerima aduan maupun keluhan, entah itu dari pasien maupun warga yang terdampak langsung akibat Covid-19 ini. Sehingga kami mengupayakan agar seharusnya dibentuk Pansus Covid-19 ini, namun akhirnya ditolak atau tidak disetujui oleh tiga fraksi lainnya seperti Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra. Sehingga kami kalah dalam voting tersebut, karena kami dari Fraksi BTI hanya didukung oleh Fraksi PKB,” tukasnya.

Artikel Terkait

Ondofolo Yanto Eluay Apresiasi Pembentukan Asosiasi DPRD se-Tanah Tabi

Jems

Pemeriksaan Rapid Test di Kabupaten Jayapura Terus Berlanjut

Jems

Bahas Perlindungan Cycloop, Bupati Jayapura Gelar Pertemuan Dengan Todat dan Paguyuban

Jems

Akhirnya 11 Raperda Diterima dan Disetujui

Jems

Tak Masuk Dalam Agenda, Fraksi BTI Tolak Raperda Retribusi Usaha Jasa

Jems

Kembali Pantau Hilal di Demta, Tim Falaqiyah : Berdasarkan Hasil Rapat

Zulkifli

Hasil Kunker Waket Komisi I DPR Papua Temukan Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Tiara

Yanto Eluay : P5 Dalam Waktu Dekat Akan Laksanakan Deklarasi

Fani

Warga Kampung Sereh, Dibantu Mesin Pengolah Sagu dan Alat Pengasap Ikan

Jems