Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Usai Temui Ratusan Pendemo Tolak DOB, Ini Kata Ketua DPR Papua

Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SEdidampingi sejumlah Anggota DPR Papua diantaranya, Sekretaris Komisi I DPR Papua, Feriyana Wakerkwa, Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa, Namantus Gwijangge, Las Nirigi, dan Jhon NR Gobay dan Jimmy Biniluk saat memberikan keterangan pers di Hotel Suni Abepura, kemarin. (foto Tiara).

Jayapura : Usa menemui ratusan massa aksi demonstrasi dari kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Petisi Rakyat Papua, Ketua DPR Papua, Jhoni Banua Rouw, SE didampingi sejumlah Anggota DPR Papua diantaranya, Sekretaris Komisi I DPR Papua, Feriyana Wakerkwa, Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa, Namantus Gwijangge, Las Nirigi, dan Jhon NR Gobay dan Jimmy Biniluk menyampaikan komitmen dan janji DPR Papua terkait dengan aksi unjuk rasa dari rakyat Papua yang menolak rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran provinsi di Papua, bahkan DPR Papua siap menerima aspirasi rakyat itu.

Setelah menggelar rapat tertutup bersama anggotanya, kepada Pers, Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw mengatakan, jika pihaknya telah menemui ratusan pendemo yang mengatasnamakan mahasiswa dan rakyat Papua di Lingkaran Atas Abepura, Kota Jayapura, dan telah mendengarkan secara langsung aspirasi dari rakyat Papua yang disampaikan secara lisan.

Hanya saja ungkap Jhon Banua Rouw, para demonstran bersih kukuh enggan untuk tidak menyerahkan hasil aspirasi mereka secara tertulis itu kepada pihaknya. Lantaran mereka sendiri yang mau antar aspirasi itu ke Kantor DPR Papua dengan cara long marcs atau jalan kaki ke kantor DPR Papua.

“Sedangkan di Expo Waena, aspirasi secara tertulis telah diserahkan kepada Sekretaris Komisi I DPR Papua, ibu Feryana Wakerkwa, untuk diteruskan kepada kami DPRP, kemudian dibahas bersama-sama,” ungkap Jhony Banua Rouw atau disingkat JBR.

Namun kata Politisi Partai NasDem Papua itu, DPR Papua siap menerima aspirasi rakyat itu, kapan saja dan dimana saja. DPR Papua tidak pernah menutup pintu untuk menerima aspirasi rakyat.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, aspirasi itu disampaikan dengan cara yang baik dan santun untuk menjaga keamanan dan menjaga Papua yang damai.

“Intinya, kami dari DPR Papua bersedia untuk memfasilitasi, kalau sudara-sudara kita mau menyampikan aspirasinya, silahkan menyampaikan surat ke kami dan kami DPRP akan memfasilitasi dengan menyiapkan kendaraan, untuk menjemput dibawa ke kantor dan dikembalikan ke titik kumpul yang awal. Sehingga tidak menimbulkan masalah-masalah keamanan, dan kita jaga agar Papua ini terus damai,” ujar JBR.

Sebelum turun ke jalan menemui massa pendemo itu, Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw, bersama Anggota DPR Papua lainnya memutuskan membentuk 2 tim, yang kemudian menemui massa pendemo untuk mendengarkan aspirasi yang mereka sampaikan.

Tim 1 menemui massa pendemo di Lingkaran Abe, dipimpin langsung Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw. Sedangkan, untuk Tim 2 dipimpin oleh Sekretaris Komisi I DPR Papua, Feryana Wakerkwa, S.IP., menemui massa pendemo yang ada di Expo Waena.

Jhony Banua Rouw kembali menjelaskan jika kehadirannya di tengah-tengah kelompok masyarakat yang melakukan demo adalah untuk mendengarkan langsung aspirasi terkait penolakan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.

“Seperti diketahui hari ini ada sekelompok masyarakat melakukan demo, dari pagi hingga siang. Dan Kami DPR Papua telah menunggu kehadiran mereka di Gedung Dewan, namun karena mereka tidak bisa sampai di DPRP, sehingga kami memutuskan untuk datang menemui masyarakat kami, rakyat kita, untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka itu,” terangnya dalam keterangan pers usai temui rakyat Papua yang lakukan aksi unjuk rasa di seputaran Lingkaran Abe, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, kemarin.

Sementara itu, dari Tim 2 yg dipimpin oleh Sekretaris Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukim dan HAM, Feriana Wakerkwa menyampaikan hasil pertemuannya dengan para demonstrasi yang berkumpul di Expo Waena, Distrik Heram.

“Kami tim 2 turun ke Expo dan sudah bertemu dengan adik adik yang ada disana. Baik adik adik mahasiswa maupun rakyat Papua yang ada disana. Mereka menyampaikan orasi mewakili dari beberapa kabupaten dan juga ada perwakikan dari setiap wilayah adat. Setelah itu kami terima aspirasi yang diserahkan oleh mereka. Dalam aspirasi itu ada sekitar 19 point yang disampaikan secara tertulis. Jadi saya tadi selaku pimpinan Komisi I, saya sudah terima aspirasi itu atas nama lembaga DPR dan saya akan serahkan ke pak ketua untuk dilanjutkan,” kata Feriana Wakerkwa.

Namun kata Feriana Wakerkwa, salah satu aspirasi yang disampikan secara lisan, para demonstarsi ini meminta supaya kami (DPRP) membentuk sebuah pansus khusus untuk menangani aspirasi aspirasi seperti ini.

“Tapi kami katakan, kami akan kembali untuk diskusikan dulu secara interen dalam lembaga, setelah itu baru kami akan putuskan hasilnya seperti apa,” ujar Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sekedar diketahui, bahwa ratusan demonstrasi massa dari kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Petisi Rakyat Papua, menuntut pembatalan DOB di Papua berlangsung di beberapa titik di Kota Jayapura. Setidaknya terdapat dua titik konsentrasi massa pada aksi demo yang berlangsung di Lingkaran Abe dan Expo Waena.

Para pendemo terkonsentarsi di dua titik tersebut, karena tidak diberi ruang untuk melakukan longmarch ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Sehingga hanya bisa berkumpul di dua titik yaitu, Lingkaran Atas dan Expo Waena. (Tiara)