TIM OSP PROVINSI PAPUA MEMULAI PROGRAM LAUTRA DENGAN MEMBANGUN KOLABORASI BERSAMA WWF
Program Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA) komponen 2 resmi masuk di Provinsi Papua pada Juni 2026. Komponen 2 berfokus pada perluasan ekonomi masyarakat di dalam dan sekitar kawasan.
Tujuanya adalah menyeimbangkan pelestarian ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan. Untuk Provinsi Papua program ini akan berfokus pada Kawasan Konservasi Nasional (KKN) Padaido Kabupaten Biak Numfor.
Tim OSP LAUTRA Provinsi Papua Langkah awal memulai Program LAUTRA, Tim Oversight Service Provider (OSP) LAUTRA Provinsi Papua mulai membangun komunikasi bersama dengan berbagai stakeholder yang khusus mengelola kawasan konservasi alam, salah satunya adalah World Wide Fund for Nature (WWF) wilayah Papua.
Diskusi dimulai dengan perkenalan Tim OSP LAUTRA Papua dan penjelasan program dan tujuan komunikasi oleh Koordinator Provinsi Papua, Elfrida Nurbaiti Mokoginta.
Dalam pertemuan tersebut, WWF berbagi pengalaman tentang pendampingan mereka dan memberikan masukan terkait pelestarian ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan di daerah Yapen.
Untuk eksosistem laut di Padaido, masyarakat melestarikan Sistem Sasi Laut dan ada beberapa LSM lokal di Biak yang juga fokus mendampingi penyusunan Peraturan Kampung (Perkam).
Masukan mereka adalah bagaimana memonitoring pelaksanaan Sistem Sasi Laut. Sedangkan untuk peningkatan kesejahteraan, mereka melakukan kegiatan pelatihan usaha dan mmanajemen, pengemasan produk sambal ikan, hingga mendukung pemasaran produk dengan membuka kafe di area perkantoran WWF.
Jadi, Ketika tamu datang ke kantor WWF mereka dapat membeli produk-produk tersebut. Produk yang dijual beragam seperti kue sagu, minyak kampung, minyak obat, dan sebagainya.
Saat itu, kami disajikan ubi goreng yang digoreng menggunakan minyak kampung – baunya harum dan rasanya enak, dan juga kue sagu. Berdasarkan penilaian WWF, produk-produk lokal ini “Premier” sehingga tidak dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan harganya lebih mahal.
Tapi para tamu mereka yang sebagian besar berasal dari luar negeri dan luar Papua menyukai produk ini karena tidak kalah rasanya dengan produk lainnya. Dalam diskusi, Tim OSP Lautra Provinsi Papua meminta dukungan pemasaran produk ke WWF dan mereka menyambut baik permintaan kami.
Permasalahan perluasan ekonomi bagi masyarakat kawasan pesisir adalah belum terbangunnya “Konektivitas” antara usaha masyarakat lokal dengan pembeli, sehingga permasalahan pemasaran menjadi masalah utama.
Untuk itu, WWF memberikan dukungan pada Program LAUTRA kiranya melalui pendekatan pemberdayaan dapat membantu masyarakat memecahkan permasalahan pemasaran produk.
