Serahkan Bantuan, Kapospol Airu Sentuh Masa Depan Anak Papua

Airu – Di tengah keterbatasan akses dan jauhnya wilayah Airu dari pusat Kabupaten Jayapura, perhatian terhadap pendidikan anak-anak Papua kembali datang dari Pos Polisi (Pospol) Airu.

 

Senin (22/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIT, Kapospol Airu, Aiptu Muhamad Amri Rajawali, menyerahkan sejumlah bantuan kepada siswa SMP Negeri Airu.

 

Bantuan tersebut bukan sekadar bingkisan, tetapi menjadi bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang sedang menyiapkan masa depan mereka dari wilayah pedalaman.

 

Yang menarik, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan proses belajar para siswa. Di antaranya globe dunia, Peta Indonesia dan Peta Papua.

 

Benda-benda sederhana itu membawa pesan yang jauh lebih besar: membuka wawasan anak-anak Airu bahwa dunia mereka tidak berhenti di kampung tempat mereka tumbuh. Ada Indonesia yang luas, ada Papua yang harus mereka kenali, dan ada dunia yang suatu saat dapat mereka jelajahi melalui pendidikan.

 

Aiptu Amri dalam kesempatan tersebut memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak kehilangan semangat belajar meski berada jauh dari pusat pemerintahan dan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap.

 

Ia mendorong para siswa untuk lebih giat dan rajin belajar sebagai bekal meraih cita-cita.
“Adik-adik harus lebih giat dan rajin belajar. Pendidikan merupakan salah satu bekal penting untuk meraih cita-cita dan menentukan masa depan,” pesan Aiptu Amri.

 

Pesan itu menjadi penting bagi anak-anak di Airu. Sebab, masa depan tidak boleh ditentukan oleh keterbatasan tempat tinggal, jarak, maupun kondisi lingkungan.

 

Selain pendidikan, Aiptu Amri juga mengingatkan para siswa agar mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan mereka.

 

Ia meminta para pelajar menjauhi narkoba dan minuman keras serta tidak mudah terbawa arus pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri.

 

“Jangan ikut pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan adik-adik. Jauhi narkoba dan minuman keras,” tegasnya.

 

Menurut Aiptu Amri, perhatian kepada anak-anak sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya orang tua dan guru, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat keamanan.

 

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya dalam menunjang proses belajar para siswa.
“Bingkisan dari Pospol Airu ini semoga bermanfaat bagi adik-adik. Jangan dilihat dari bentuk dan nilainya, tetapi lihatlah keikhlasan dari kami di Pospol Airu,” ungkapnya.

 

Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Salah satu perwakilan guru SMP Negeri Airu, Hillery Sitinjak, S.Pd, menyampaikan terima kasih kepada Kapospol Airu yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan terhadap proses pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

 

Menurutnya, dukungan seperti ini memiliki arti besar bagi sekolah dan para siswa, terutama karena anak-anak Airu berada jauh dari pusat Kabupaten Jayapura.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang besar kepada Kapospol Airu yang selalu memberikan dukungan terhadap proses belajar anak-anak yang berada jauh dari Kabupaten Jayapura,” ujar Hillery.

 

Ia menilai bantuan berupa globe dunia, Peta Indonesia dan Peta Papua sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran siswa.

 

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alat bantu belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu membangkitkan rasa ingin tahu siswa tentang dunia di luar lingkungan tempat mereka tinggal.

 

Sebab, bagi anak-anak Airu, sebuah peta bukan hanya gambar wilayah. Peta dapat menjadi jendela untuk mengenal Indonesia, memahami Papua dan membayangkan sejauh mana cita-cita mereka bisa melangkah.

 

Merawat Harapan dari Pedalaman

Kepedulian Pospol Airu terhadap pendidikan memperlihatkan bahwa membangun masa depan Papua tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.

 

Kadang, ia dimulai dari sebuah bingkisan, sebuah peta, sebuah globe, dan sebuah pesan sederhana kepada anak-anak: teruslah belajar dan jangan menyerah pada keadaan.

 

Di wilayah yang jauh dari pusat kabupaten, perhatian semacam ini menjadi penting. Anak-anak Papua di pedalaman membutuhkan ruang untuk bermimpi, dukungan untuk belajar, serta lingkungan yang melindungi mereka dari berbagai ancaman yang dapat memutus masa depan.

 

Globe yang kini berada di hadapan mereka seolah mengajarkan satu hal: dunia itu luas, dan masa depan mereka tidak boleh sekecil keterbatasan yang ada hari ini.

Dari Airu, pesan itu sederhana tetapi kuat menjaga anak-anak berarti menjaga masa depan Papua.

Related posts

Hadiri Makan Sumbang di GKI Jemaat Zoar Abeale, Wabup Haris Bantu 20 Juta

Jems

Gelar Baksos dan Berbagai Lomba Dalam Rangka HUT RI, Ondofolo Sosiri Apresiasi Pemerintah Pusat

Jems

Bupati Yunus Wonda Warning Masyarakat: Tempat yang Sering di Palang Tidak Akan Kami Bangun

Jems

Kaesang Pangarep Ajak Warga di Kabupaten Jayapura Menangkan JOHNDA dan Mari-Yo

Bams

Bantuan Speedboat dari Pemerintah Pusat Permudah Pelayanan Masyarakat Adat di Jayapura

Jems

Kegiatan Para-para Adat di Puay Jadi Simbol Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat

Jems

Leave a Comment