Sepak Bola Wanita Papua Diharapkan Bangkit di Era Ketua Baru
Jayapura,- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua akan menggelar kongres pemilihan ketua umum baru untuk masa bakti empat tahun ke depan pada Juli 2026 di Kota Jayapura.
Menjelang pelaksanaan kongres tersebut, berbagai kalangan mulai menyampaikan harapan kepada calon ketua umum terpilih agar mampu memajukan sepak bola di Papua. Salah satu suara datang dari mantan pemain sepak bola wanita Papua, Yustien Mebri.
Perempuan berusia 73 tahun itu menegaskan pentingnya menghidupkan kembali sepak bola wanita di Papua. Menurutnya, perjuangan panjang yang telah dilakukan hingga cabang sepak bola wanita bisa tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan meraih medali emas tidak boleh berhenti begitu saja.
“Harapan saya, siapapun yang menjadi Ketua Asprov PSSI Papua nanti, sepak bola wanita harus dihidupkan kembali. Kami sudah berjuang bertahun-tahun hingga bisa tampil di PON dan meraih emas,” ujarnya kepada wartawan di Jayapura, Senin (27/4/2026).
Ia mengakui selama ini sepak bola wanita kurang mendapat perhatian, salah satunya karena keterbatasan anggaran dari pemerintah. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh lagi menjadi alasan ke depan. Ketua Asprov PSSI Papua yang baru diharapkan mampu menggeliatkan kompetisi maupun turnamen galanita.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan PON 2028, Mebri menilai pembentukan tim sepak bola wanita Papua harus segera dilakukan sebagai langkah persiapan.
“PON 2028 sudah di depan mata. Kita harus segera membentuk tim sepak bola Papua. Saya berharap ke depan sepak bola Papua mendapat perhatian serius,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemajuan sepak bola wanita membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar memiliki kecintaan terhadap olahraga tersebut.
Meski usianya tidak lagi muda, Mebri mengaku tetap berkomitmen memperjuangkan kemajuan sepak bola wanita di Papua.
Ia juga berharap ketua Asprov PSSI Papua yang baru nantinya dapat membangun koordinasi yang baik dengan Askab dan Askot di seluruh daerah guna menghidupkan kembali pembinaan sepak bola wanita.
“Harapan saya, ketua yang baru bisa membantu, mendorong, dan berkoordinasi dengan Askab/Askot agar sepak bola wanita di daerah-daerah kembali bergeliat,” pungkasnya.
