Pasific Pos.com
Lintas Daerah

SD Pomako Selesaikan Lapangan Bantuan dari PLN Peduli

Penyelesaian pengerjaan lapangan SD Pomako yang merupakan bantuan dari PLN Peduli. (Foto : Istimewa)

Mimika – SD Inpres Pomako memasuki tahap akhir realisasi bantuan lapangan yang merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku Papua.

Melalui PLN Peduli, SD yang berlokasi di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua telah menerima dana bantuan pada 28 April lalu senilai Rp50 juta.

Menurut Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Papua, Donald Silaen, bantuan ini telah direncanakan sejak tahun lalu.

“Tahun lalu kami survei, jadi memang sekolah ini harus meningkatkan elevasi lapangan upacaranya agar tidak tergenang air ketika hujan. Karena jika tergenang akan berlumpur dan menggangu jalannya proses kegiatan belajar mengajar,” kata Donald, Kamis (27/5/2021).

Sementara itu, Philipus Mayabubun, Kepala Sekolah SD Inpres Pomako menyatakan faktor utama tergenangnya halaman sekolah adalah lokasi sekolah yang dekat rawa sagu dan terlalu rendah dari jalan raya.

“Sebelumnya lapangan ini pendanaannya berasal dari swadaya wali/orang tua murid sehingga kurang maksimal karena dananya tidak cukup untuk membuat yang layak. Berkat adanya bantuan PLN Peduli kami sungguh berterima kasih karena akhirnya permasalahan ini bisa kami atasi setelah sekian lama,” ujar Philipus.

Rencananya lapangan tersebut digunakan utamanya untuk kegiatan upacara dan olah raga.

Selain di Pomako, PLN Peduli juga berkontribusi terhadap peningkatan gizi anak dan penimbunan jalan akses pertanian di SP 4 Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika. Dua bantuan tersebut bernilai total Rp125 juta dan akan mulai direalisasikan pada bulan depan.

“PLN UIP Maluku Papua melalui PLN Peduli terus berupaya melaksanakan pembangunan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar infrastruktur ketenagalistrikan yang kami bangun, agar harapannya kami dapat mengedepankan pembangunan yang inklusif dan terintegrasi,” tutup Donald. (red)