Protes FPKPMA Tabi-Saireri: Hasil Pansel DPRP Tidak Sesuai Mekanisme

 

Jayapura – Forum Peduli Kursi Pengangkatan Masyarakat Adat (FPKPMA) wilayah Tabi-Saireri menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Papua, Rabu pagi (15/1/2025). Mereka menilai hasil kerja Panitia Seleksi (Pansel) DPR Papua kursi pengangkatan tidak sesuai mekanisme dan peraturan pemerintah.

Pendemo menyebut Pansel tidak jujur, seperti tertulis pada baliho yang dibawa saat menyampaikan orasi. Mereka meminta Penjabat (Pj) Gubernur Papua menemui langsung massa aksi.

FPKPMA juga meminta Mendagri menunda proses seleksi hingga sengketa hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura selesai. Proses hukum ini dianggap krusial untuk menjaga transparansi.

Dalam tuntutannya, pendemo menegaskan bahwa Pansel pimpinan Pdt. Albert Yoku tidak bekerja sesuai peraturan pemerintah nomor 106 pasal 64. Mereka menyebut mekanisme seleksi tidak prosedural dan kurang transparan.

Selain itu, FPKPMA menolak hasil keputusan Pansel DPR Papua, khususnya keputusan bernomor 6 dan 7/PANSEL-PP/1/2025, yang dinilai sarat kolusi dan nepotisme.

“Menolak dengan keras hasil kerja Pansel DPRP yang tidak jujur, tidak prosedural, dan tidak transparan,” ujar salah satu orator.

FPKPMA juga mendesak keterlibatan pemerintah pusat untuk mengevaluasi kinerja Pansel secara menyeluruh. Mereka menegaskan pentingnya keadilan bagi masyarakat adat Papua.

Aksi ini berlangsung damai, dengan pendemo membawa spanduk berisi kritik dan tuntutan. Mereka berharap Pj Gubernur Papua merespons aspirasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pj Gubernur Papua maupun pihak Pansel DPR Papua. FPKPMA menyatakan akan terus memperjuangkan hak masyarakat adat.

Situasi di lokasi tetap kondusif, dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

 

Related posts

Kadinkes Papsel Siapkan Lintas Sektor Percepat Eliminasi Kusta Dan Penyakit Prioritas

Bams

Kapolda dan Pangdam Kompak: HUT RI di Papua Aman dan Kondusif ‎

Bams

Sehari Jelang Pencoblosan PSU Pilgub Papua, 2.884 Surat Suara Sisa Dimusnahkan

Fani

Ketum PWI Pusat Ingatkan Wartawan untuk Kritis dan Berwawasan Kebangsaan

Bams

Polisi Gerebek Rumah Pengedar Sabu di Serui, Puluhan Paket Diamankan

Fani

Atlet Panahan Papua Lolos Ke Olimpiade Paris 2024

Bams

Leave a Comment