Polwan Papua Buktikan Perempuan Mampu Hadir di Garda Terdepan

Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melalui kegiatan Dialog Interaktif Polisi Menyapa bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Jayapura mengangkat tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” dalam rangka memperingati Hari Polisi Wanita (Polwan) ke-78, Kamis, 3 September 2026.

Dialog yang berlangsung di Stasiun LPP RRI Jayapura tersebut menghadirkan Kapolres Boven Digoel, Kompol Dian Novita Pietersz, dan Kasat Lantas Polres Keerom, Iptu Fanny Hendrika Krebru sebagai narasumber. Kegiatan tersebut membahas peran, tantangan, serta kontribusi Polwan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolres Boven Digoel mengatakan, tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi setiap Polwan untuk terus memberikan dampak positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, kontribusi Polwan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian dengan menggunakan seragam, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai ruang positif di masyarakat, termasuk bidang olahraga, kesehatan, gaya hidup sehat, maupun pemanfaatan media sosial.

“Walaupun mungkin tidak selalu di bidang kepolisian saja, kita juga bisa memberikan dampak di bidang olahraga, kesehatan, lifestyle yang sehat dan sebagainya. Ke depan, mari kita mengajak lebih banyak lagi Polwan untuk bersama-sama memberikan dampak, karena tanpa menggunakan seragam pun kita tetap bisa memberikan dampak yang besar dan positif bagi masyarakat,” ujar Kompol Dian.

Dia menilai perjalanan Polwan selama 78 tahun telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kesempatan bagi Polwan untuk berkarier dan menduduki posisi strategis di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia semakin terbuka, termasuk kepercayaan untuk memimpin satuan kewilayahan.

Kompol Dian menyebutkan bahwa saat ini terdapat Polwan yang dipercaya menjabat sebagai Kapolres di wilayah Papua. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dengan menunjukkan profesionalisme, kemampuan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Sudah banyak ruang dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk hadir, berkarya dan berkarier. Harapannya, dengan adanya Polwan yang dipercaya menduduki posisi strategis seperti ini, akan semakin banyak lagi Polwan yang mendapatkan kesempatan yang sama,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Keerom, Iptu Fanny Hendrika Krebru, menegaskan bahwa Polwan memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Kepercayaan yang diberikan pimpinan menjadi dorongan bagi Polwan untuk mampu melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Menurut Iptu Fanny, perjalanan pengabdian sebagai anggota Polri juga membentuk pengalaman dan kemampuan dalam menghadapi berbagai dinamika masyarakat. Ia menilai peningkatan pangkat dan tanggung jawab harus diikuti dengan peningkatan kemampuan serta kesiapan dalam menjalankan tugas.

“Kami bangga menjadi bagian dari Polisi Wanita Republik Indonesia. Seiring dengan kenaikan pangkat dan tanggung jawab yang diberikan, tentunya tugas yang kami emban semakin luas. Puji Tuhan, sampai saat ini kami dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan baik,” ungkapnya.

Dalam dialog tersebut juga dibahas mengenai tantangan Polwan dalam menghadapi masyarakat yang masih memiliki pandangan patriarkis. Kompol Dian menilai kesempatan yang diberikan pimpinan kepada Polwan menjadi momentum untuk membuktikan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas-tugas kepolisian secara profesional.

Dia mengatakan keberadaan Polwan pada sejumlah jabatan operasional juga memiliki nilai strategis karena dapat menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Ketika Polwan hadir di suatu tempat, selain harus tangguh, kami juga dapat menonjolkan sisi humanis dan sifat-sifat perempuan. Ada pendekatan tertentu yang mungkin tidak berhasil dilakukan dengan cara yang sama. Di situlah peran Polwan menjadi penting,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Iptu Fanny. Menurutnya, Polwan tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga dapat menjalankan peran sebagai ibu, kakak maupun sahabat bagi masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting, khususnya dalam penanganan perkara yang melibatkan perempuan dan anak.

“Kehadiran Polwan bukan hanya sebagai seorang penegak hukum, tetapi ada sisi lain yang dapat ditonjolkan. Polwan bisa menjadi ibu, kakak maupun sahabat. Sisi perempuan yang melekat pada diri seorang Polwan dapat melengkapi perannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis tersebut dapat membantu Polwan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama ketika menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun kasus lain yang membutuhkan pendekatan khusus.

Dialog interaktif tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat yang disampaikan melalui sambungan telepon. Salah seorang pendengar, Terry, menyampaikan rasa bangga atas keberadaan Polwan yang mampu dipercaya menduduki jabatan sebagai Kapolres.

Selain membahas peran Polwan, dialog juga memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya perempuan asli Papua, yang memiliki cita-cita menjadi anggota Polri. Kompol Dian mengingatkan bahwa proses seleksi membutuhkan kesiapan fisik, mental, akademik dan kesehatan.

“Kalau kita mau lolos, kita harus menjadi yang terbaik. Karena itu, persiapkan diri dengan baik, baik fisik, mental, akademik maupun kesehatan,” pesannya.

Sementara itu, Iptu Fanny mengajak para perempuan muda di Kabupaten Keerom dan Papua yang memiliki cita-cita menjadi anggota Polri untuk tidak mudah menyerah. Menurutnya, keberhasilan menjadi anggota Polri membutuhkan perjuangan dan kesiapan yang matang.

Ia juga mendorong Polwan muda agar terus meningkatkan pendidikan dan kemampuan karena tantangan tugas kepolisian akan semakin kompleks seiring perkembangan zaman.

“Pendidikan tidak berhenti sampai di situ. Tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan mengikuti pendidikan internal kepolisian. Tantangan tugas kita ke depan tentunya akan semakin berat, sehingga setiap Polwan harus terus mempersiapkan diri,” ujarnya.

Menutup dialog, Kompol Dian mengajak seluruh Polwan, khususnya yang bertugas di wilayah Papua, untuk terus memberikan pelayanan dengan hati, meningkatkan profesionalisme dan siap ditempatkan di mana pun untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Mari kita melayani dengan hati, tingkatkan profesionalisme dan terus menjadi Polwan yang tangguh. Di mana pun ditempatkan, harus siap dan menjadi berkat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Polwan ke-78, Polda Papua berharap seluruh Polisi Wanita dapat terus meningkatkan profesionalisme, kompetensi dan kualitas pelayanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis.

Kehadiran Polwan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Related posts

PLN UIP MPA Perkuat Kemitraan dengan Media untuk Diseminasi Informasi Publik yang Efektif

Fani

Lepas Kafilah MTQ Korpri ke Sulsel, Fakhiri: Jaga Nama Baik Papua

Bams

Tips #Cari_Aman Honda Papua, ini yang Harus Dilakukan Sebelum Anda Berkendara

Fani

Gubernur Fakhiri Tegaskan Kolaborasi Pusat-Daerah Kunci Sukses Otsus dan Tolak Pengkotak-kotakan Pasca Pemekaran

Bams

Gubernur Fakhiri Sampaikan Apresiasi Kepada Agus Fatoni

Bams

Gelar Rapat Kerja, PLN UIP MPA Siapkan Strategi Penyelesaian Proyek Ketenagalistrikan Indonesia Timur

Fani

Leave a Comment