Pasific Pos.com
Headline Lintas Daerah

PLN Dukung Rehabilitasi Abrasi di Biak Numfor, Tanam 2.000 Bibit Mangrove

Persiapan penanaman bibit mangrove oleh PLN bersama Rumah Komunitas Byak di Pantai Sburya, Kampung Swapodibo, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua. (Foto : Istimewa)

Biak Numfor – Guna mendukung kelestarian lingkungan pesisir, PLN bersama Rumah Komunitas Byak melakukan rehabilitasi hutan mangrove di Pantai Sburya, Kampung Swapodibo, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Dengan melibatkan pemerintah kampung serta masyarakat sekitar, sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di wilayah seluas 2 hektar.

Didampingi pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Biak Numfor, perkembangan mangrove nantinya akan dimonitor secara berkala hingga dapat tumbuh kokoh dan bertahan saat menghadapi badai.

Bantuan senilai Rp50 juta merupakan salah satu bentuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang bertujuan untuk mengembalikan ekosistem pantai yang seimbang.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pembangunan Ekoregion (P3E) Papua, Edward Sembiring, mengungkapkan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan rehabilitasi mangrove ini.

Dia berharap pesan untuk selalu menjaga lingkungan dapat tersampaikan ke publik, sehingga semakin banyak pihak yang termotivasi untuk melakukannya.

”Yang pasti kami sangat mendukung hal ini untuk terus dapat dilakukan. Kami juga berharap adanya peran serta masyarakat untuk dapat bersama-sama melestarikan lingkungannya,” ujar Edward.

Pantai Sburya dipilih sebagai lokasi rehabilitasi karena letaknya bersebelahan dengan landasan pacu bandara Frans Kaisiepo Biak yang kondisinya telah mengalami abrasi hingga jarak 10 sampai 15 meter.

Melihat hal tersebut penanaman pohon bakau dilakukan supaya dapat menahan arus air laut dan mencegah abrasi semakin luas.

Salah satu masyarakat Kampung Swapodibo, Melkyanus Simbiak, menyampaikan terima kasih atas kegiatan rehabilitasi pesisir pantai yang dilakukan oleh PLN dan Rumah Komunitas Byak.

Dia menyampaikan hal ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam mengatasi kerusakan di wilayah kampungnya.

”Harapan kami kedepan agar pantai kami ini dapat kembali seperti semula karena saat ini kondisinya sudah terlalu rusak. Bibit mangrove yang nantinya tumbuh juga kami harapkan dapat menjadi rumah ikan, sehingga jika hal itu terjadi masyarakat kami dapat mencari ikan cukup dipinggiran pantai saja tidak perlu harus jauh-jauh ke tengah laut,” ungkapnya, Jumat (12/8/2022).

Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Biak, Yakomina M.W. Senandi menjelaskan bahwa hal ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan upaya PLN dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan sinergi berbagai pihak, pada akhirnya kegiatan penanaman dapat dilaksanakan.

Pihaknya berharap kedepannya upaya konservasi yang dilakukan bersama ini dapat berkelanjutan. Ekosistem lingkungan dapat menjadi seimbang dan hewan-hewan laut juga kembali mempunyai habitat di pantai.

‘’Dengan begitu dapat mempermudah masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan untuk menangkap ikan. Tidak menutup kemungkinan juga dimasa yang akan datang Pantai Sburya dan sekitarnya dapat menjadi objek wisata,” ucapnya. (Red)