Peternak Ayam Petelur Merauke Dan Boven Digoel Dilatih Manajemen

MERAUKE-Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L. Hamzah membuka bimbingan teknis manajemen ayam petelur yang diikuti sebanyak 15 kelompok peternak ayam di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, bertempat di Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah, Kamis (5/11). Kegiatan ini merupakan kerja sama Komisi IV DPR RI dan Balai Veteriner Jayapura Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

 

Sulaeman mengharapkan para peternak dapat menimba ilmu dari para narasumber yang khusus dihadirkan dalam bimbingan teknis. Dengan digencarkan program prioritas Presiden Prabowo berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) maka akan berdampak kepada para peternak, di antaranya peternak ayam petelur.

 

Dalam arti, produk yang dihasilkan akan diserap untuk kebutuhan bahan baku MBG di sekolah-sekolah. Produksi telur yang melimpah tentu harus seimbang dengan pemasaran, oleh sebab itu perlu diambil langkah-langkah agar telur tidak sampai menumpuk namun bisa terjual habis.

 

“Harus diatur dengan baik agar produksi yang ada tidak menumpuk begitu saja dan hanya menunggu pembeli datang. Jangan sampai tidak laku karena masih ada kewajiban lain yang harus dipenuhi. Pasar sebenarnya sudah terbuka, dengan adanya MBG dapat menjadi peluang. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik, “terangnya.

 

Ia juga meminta agar produk dari luar dibatasi masuk ke Merauke ketika telur lokal sedang melimpah. Ia juga menegaskan harus ada upaya proteksi sehingga produksi ayam tidak terganggu dan kesehatan ternak juga terjamin. Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah menambahkan, program yang membidik bidang peternakan harus berjalan berkelanjutan dan tetap memperhatikan beberapa hal penting demi keberlanjutan yang diharapkan.

 

Salah satunya terkait pakan ternak yang diharapkan tidak lagi menjadi kendala karena harganya lebih terjangkau. Menurutnya, harga pakan yang tidak bersahabat kerap menjadi masalah sehingga mempengaruhi peternak ayam dalam mengelola peternakan.

 

Dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah sejak tahun 2015, Fauzun mengungkapkan bahwa seluruh program yang diusung tetap dikoordinasikan dengan baik terutama berkaitan dengan masyarakat penerima manfaat. Semua didata dan dikomunikasikan dengan maksimal agar program tepat sasaran, termasuk di bidang peternakan.

 

“Alhamdulillah, beberapa program yang kita dampingi dapat dikelola dengan baik sehingga berjalan sukses. Termasuk warga asli Papua binaan kita yang sudah sukses dan merasakan manfaat dari program yang terealisasi, ” ujar Fauzun. Ia menghimbau agar kelompok binaan tetap menjaga kekompakan, mengatur keuangan dengan baik, manajemen yang optimal serta mengedepankan transparansi dalam pengelolaan usaha.

 

Kepala Balai Veteriner Jayapura drh. Tri Juwianto menyampaikan apreasiasi kepada Sulaeman Hamzah atas komitmen dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya untuk pengembangan sektor peternakan di Provinsi Papua Selatan. Ia mengungkapkan, terkait dukungan pemerintah yang diperjuangkan melalui aspirasi Komisi IV DPR RI tahun 2026, untuk Papua Selatan ada 17 kelompok yang dibidik.

 

Sulaeman berhasil merealisasikan untuk 15 kelompok, dimana 14 kelompok berada di Kabupaten Merauke dan 1 kelompok di Boven Digoel. Ia mengemukakan, secara simbolis turut diserahkan bantuan berupa kandang ayam, pakan dan 600 ekor ayam petelur. “Melalui bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok serta ketercukupan protein hewani, ” ungkapnya. (iis)

Related posts

Rolling Jabatan di Fakfak Dikritik, Diminta Patuhi Ketentuan Otsus

Fani

TSE Group Galakkan Penanaman Pohon Buah Durian

Bams

Serba Serbi Festival Budaya, Dua Peserta Sampaikan Apresiasi Dan Harapan

Bams

Ikut Seleksi Calon Sekda, Liberatus: Saya Juga Anak Papua Selatan

Bams

PLN UIP MPA Dialog Bersama DPD RI dan Pemprov Papua Barat

Fani

Dekatkan Pelayanan dengan Warga, Polsek Bonggo Bangun Rumah Problem Solving

Fani

Leave a Comment