Perempuan Mengaji, Tajuk Kegiatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papsel Saat Ramadhan
MERAUKE,- Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan, Rini Lestari, S. Pd.I mengemukakan bahwa kegiatan bertajuk ‘Perempuan Mengaji’ yang digelar pihaknya pada Bulan Ramadhan ini masih merupakan bagian dari program Inklusi Aisyiyah dan rangkaian kegiatan selama bulan puasa. Adapun tema yang diusung yaitu “Isu GEDSI dalam perspektif Islam” dengan menghadirkan penceramah Ustadzah Nasriati, S. Ag.
“Sudah ada himbauan dari pimpinan pusat Aisyiyah untuk melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya adalah pengajian ini. Banyak hal yang telah disampaikan oleh ustadzah dan menjadi edukasi bagi kami. Termasuk mengenai permasalahan perempuan yang ternyata cukup banyak terjadi di Merauke, ” terang Rini kepada Pasific Pos usia pengajian di Sekretariat Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan, Sabtu (21/2).
Pihaknya berharap dengan diadakannya pengajian ini maka kaum perempuan yang tergabung dalam Komunitas Penyintas dan muslimah Muslim Papua mendapat pencerahan sehingga dapat memperkuat kapasitas diri khususnya selama bulan puasa agar berjalan lancar.
Usai pengajian pihaknya melakukan pendataan kebutuhan kelompok Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) yang merupakan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah untuk meningkatkan kemandirian usaha ibu rumah tangga dan UMKM.
“Ada 3 kelompok yang sudah dibentuk, salah satunya kelompok Muslimah Muslim Papua Selatan. Kami akan kawal terus dan memberikan bimbingan. Minggu depan mereka akan diberikan stimulan berupa bahan produksi yang dapat digunakan oleh anggota pada saat puasa dan menjelang lebaran nanti, ” ujarnya.
Dengan stimulan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat dan motivasi bagi kelompok yang dibina oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan. Rini mengungkapkan, stimulan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan jenis usaha masing-masing mengingat anggota kelompok merupakan para pelaku UMKM. “Mereka juga harus melaporkan hasil dari penggunaan stimulan tersebut, baik produk yang dibuat, penjualan, keuntungan yang didapat serta digunakan untuk apa saja, ” pungkas Rini. (iis)
