Jemaat GKI Abara Kampung Enggros Gelar Rapat Evaluasi Pelayanan Tahun 2026

Jayapura,- Guna meninjau kembali pelaksanaan program pelayanan sepanjang tahun 2026, Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Abara Kampung Enggros menggelar Rapat Evaluasi Pelayanan Tahun 2026, Sabtu, 7 November 2026, siang.

 

Tindakan tersebut merupakan langkah utama yang umum dan efektif dilakukan adalah evaluasi atau rapat evaluasi menjadi momentum bagi jemaat dan sekaligus mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh unsur-unsur pelayanan dan Majelis Jemaat.

 

Kepada pers, Wakil Ketua Majelis Jemaat GKI Abara Kampung Enggros, Dr. Ir. Albert Merauje, A. Md, Tek, ST, MT, IPM, mengatakan evaluasi tersebut merupakan bagian dari tata gereja GKI di Tanah Papua yang mengatur pelaksanaan evaluasi pelayanan secara berkala setiap tiga bulan dan pada akhir tahun pelayanan.

 

Alberth Merauje yang juga merupakan Anggota DPR Papua dari Fraksi Nasdem, menjelaskan, Jemaat GKI Abara Kampung Enggros yang berdiri sejak 14 Desember 1945 telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, baik dari jumlah warga jemaat maupun berbagai aspek pelayanan.

 

“Rapat kali ini tidak hanya mengevaluasi pelayanan triwulan ketiga, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan prasidang jemaat untuk mengevaluasi seluruh program pelayanan sejak Januari hingga Oktober 2026,” kata Alberth Merauje kepada Pasific Pos, usai ikuti Rapat Evaluasi bersama Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Abara Kampung Enggros Kota Jayapura – Papua, Sabtu, 7 November 2026, siang.

 

Menurutnya, dengan melalui evaluasi ini, pihaknya akan melihat apa yang sudah dikerjakan dan apa yang belum terlaksana.

 

“Sehingga hasilnya akan menjadi bahan untuk menyusun program pelayanan tahun 2027,” jelasnya.

 

Selain itu lanjut Alberth, dari hasil pembahasan dalam prasidang juga akan disempurnakan sebelum dibawa ke Sidang Jemaat ke-25 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 November 2026 mendarang. Selanjutnya,

keputusan sidang nantinya menjadi dasar pelaksanaan seluruh program pelayanan selama tahun 2027.

 

Ia juga menegaskan, terdapat tiga tugas utama gereja, yakni bersekutu, bersaksi, dan melayani. Karena itu, program pelayanan ke depan perlu disesuaikan dengan kebutuhan jemaat serta kondisi keuangan dan kebijakan efisiensi yang sedang berlangsung.

 

“Salah satu prioritas yang perlu diperkuat pada 2027 adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai pembinaan, termasuk tata kelola administrasi dan keuangan gereja serta penguatan pelayanan unsur Sekolah Minggu, Persekutuan Anggota Muda (PAM), Persekutuan Wanita (PW), dan Persekutuan Kaum Bapak (PKB),” tegasnya.

 

Selain pembinaan, Alberth juga menekankan bahwa pentingnya pelaksanaan ibadah rutin dan perayaan hari-hari besar gerejawi secara tepat waktu dan terencana.

 

Denanga demikian, ia pun berharap gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter umat untuk saling mengasihi dan saling peduli terhadap sesama manusia, serta menjaga alam dan lingkungan.

 

“Bagaimana kita mengajarkan anak-anak untuk mengasihi sesama dan alam semesta, sehingga laut tidak tercemar dan hutan tidak habis. Pembinaan seperti inilah yangvarus dimulai dari gereja,”tekannya.

 

Untuk itu, iaa juga mengajak seluruh warga jemaat meningkatkan kepedulian, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, dengan memperhatikan masyarakat yang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan.

 

Masih ditempat yang sama, Ketua Jemaat GKI Abara, Pendeta Rosalina Eluwai, S.Th., berharap pelayanan jemaat ke depan semakin baik melalui kerja sama antara Tuhan, Majelis Jemaat, badan-badan unsur, dan seluruh warga jemaat.

 

Menurutnya, pelayanan gereja tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen, termasuk pemerintah kampung dan para kepala suku.

 

“Saya sebagai pendeta tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kerja sama dengan semua majelis gereja, badan-badan unsur, jemaat, pemerintah kampung, dan kepala-kepala suku,” tuturnya.

 

Ia pun berharap melalui kebersamaan tersebut, Kampung Enggros dapat berkembang menjadi kampung yang mandiri sekaligus menjadi kampung percontohan, baik dari sisi agama, adat, maupun pemerintahan.

 

Rosalina juga mengajak seluruh warga jemaat untuk semakin mengasihi Tuhan dan meningkatkan kekompakan serta kerja sama dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Rapat Evaluasi, Markus Hanasbey menambahkan, evaluasi pelayanan dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan program, capaian, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

 

Raapat evaluasi triwulan ketiga tersebut melibatkan seluruh unsur pelayanan dan tiga rayon di lingkungan Jemaat GKI Abara Kampung Enggros,” ujar Markus.

 

Apalagi kata Markus, setiap unsur diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelayanan selama tiga bulan, termasuk capaian kegiatan dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

 

“Jadi, semua unsur, mulai dari Sekolah Minggu, PAM, PW, PKB, hingga tiga rayon, wajib menyampaikan laporan hasil pelayanan dan kendala yang dihadapi selama tiga bulan berjalan,”tegasnya.

 

Markus pun berharap dengan m elalui rapat evaluasi tersebut dapat dihasilkan keputusan dan rekomendasi yang baik untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan jemaat pada tahun-tahun mendatang.

 

“Untuk itu, kami berharap melalui rapat evaluasi ini ada hasil terbaik yang bisa menjadi produk bersama untuk mendukung pelayanan Jemaat GKI Abara ke depan,”harapnya. (Tiara).

Related posts

PHMJ Berbagi Cerita tentang Komunitas di Pekan Jajan Jayapura

Fani

SD Inpres Pantai Engros Memprihatinkan, Alberth Merauje Ingatkan Pemkot Jayapura

Bams

JBR–HADIR Merupakan Kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura Pertama Daftar di KPU

Bams

Polresta Jayapura Turunkan Personel, Sterilisasi Gereja Sebelum Ibadah

Fani

Berjalan Kaki, Ratusan Pendukung Kawal JBR – HADIR Daftar di KPU Kota

Bams

Polresta Jayapura Berbagi Kebahagiaan dengan Santri dan Anak Panti

Fani

Leave a Comment