Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Pemberhentian Direktur RSUD Jayapura, Dewan Minta Gubernur Tinjau Kembali

Anggota DPR Papua, Natan Pahabol. (foto Tiara) .

Natan : Gubernur Keliru Jika Mengganti drg.Aloysius Giay

Jayapura – Anggota DPR Papua, Natan Pahabol menyoroti sikap Gubernur Papua, Lukas Enembe yang telah mengambil keputusan mencopot drg, MKes. Aloysius Giay dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura.

Untuk itu, sebagai Anggota Komisi V DPR Papua bidang Pendidikan dan Kesehatan, Natan Pahabol mempertanyakan berdasarkan indikator apa, yang menjadi alasan gubernur sehingga, Aloysius harus diganti. Padahal peran Aloysius dalam pengembangan grand desain kesehatan di Provinsi Papua ini sangat baik.

“Gubernur keliru jika ia mengganti Aloysius Giay. Padahal kita semua tahu Aloysius sedang mempersiapkan grand desain kesehatan untuk merubah wajah RSUD Jayapura yang selama ini tidak tertata dengan baik dan terkesan kumuh,” kata Natan Pahabol kepada sejumlah Wartawan dalam di Waena Kota Jayapura, Minggu sore (22/08).

Untuk itu, Natan Pahabol berharap,
keputusan gubernur yang telah mengganti Aloysius Giay harus ditinjau kembali. Sebab belum ada SKPD atau OPD yang bisa mengikuti sepak terjangnya. Dan itu harus diakui akan kinerja dan prestasinya selama ini dibidang kesehatan untuk masyarakat Papua.

“Kinerja Aloysius Giay selama ini sangat baik dan dia juga salah satu pioner dan salah satu intelektual orang Papua yang menunjukan satu sikap yang luar biasa dari sekian SKPD dan OPD. Saya sebagai wakil rakyat memang harus menyampaikan hal ini secara transparan kepada gubernur, sebab ini fakta. Jujur
secara pribadi sangat menyayangkan hal itu terjadi kepada Aloysius Giay. seharusnya Gubernur Lukas Enembe sebagai penyelenggara pemerintahan dapat melihat hal ini secara bijak sebelum mengambil keputusan, mengingat peran Aloysius sangat besar dibidang kesehatan,”ungkap Natan.

Menurutnya, Aloysius Giay adalah satu satunya kepala SKPD yang mampu menterjemahkan visi misi Gubernur Provinsi Papua yakni, “Papua Bangkit, Papua Mandiri, Papua Sejahtera, dan Papua Berkeadilan.

Selain itu lanjutnya, Aloysius Giay ini juga dikenal sebagai orang yang cerdas tapi juga orang yang sangat peduli. Sehingga sebagai wakil rakyat, yang sudah dua periode di Komisi V DPR Papua bidang Pendidikan dan Kesehatan, dapat membuktikan hal tersebut.

“Karena prestasinya yang cemerlang, ia mampu memajukan kesehatan di Tanah Papua. Begitupun dengan kinerjanya di bidang kesehatan, ia diberi kesempatan beberapa kali menduduki jabatan strategis dilingkungan Pemprov Papua,” bebernya.

Menurut Natan Pahabol, sosok Aloysius Giay ini adalah orang yang sangat luar biasa, dengan prestasinya, ia mampu merubah wajah rumah sakit Abepura
yang dulunya telihat kumuh, kotor dan tidak terurus.

“Entah itu infrastrukturnya, SDM-nya semua hancur termasuk fasilitas yang ada di rumah Sakit Abe itu tidak memadai lantaran sudah banyak yang rusak bahkan pelayanan kesehatan tidak berjalan maksimal. Namun lewat tangan dingin Aloysisu Giay, rumah sakit Abe itu pun mengalami perubahan, pelayanan kembali berjalan dengan baik, sehingga masyarakat jadi senang,”tuturnya.

Karena dianggap berprestais dan track recordnya jelas, maka pada saat itu Gubernur Papua mengangkat Aloysius Giay sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua.

Bukan hanya itu saja ungkap Natan Pahabol, drg. Aloysius Giay juga menggagas Kartu Papua Sehat (KPS), termasuk dokter terbang, dokter dayung dan lain sebagainya. berbagai terobosan yang ia buat bahkan sampai ke kampung kampung. Termasuk MoU dengan beberapa penerbangan untuk mengangkut orang sakit dari kampung ke kota agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Semua ini beliau lakukan karena ada visi misi Gubernur.

“Jadi, dia tidak hanya membangun bangunan fisik, tapi dia juga membangun SDM-nya, sehingga beliau diangkat sebagai Direktur RSUD Jayapura. Namun belum setahun menjabat, ia pun berhasil merubah wajah RSUD Jayapura menjadi rumah sakit yang indah dan nyaman,”ujar Natan.

“Saya pikir beliau mampu melakukan beberapa terobosan yang luar biasa dan itu bukan inisiatif dia. Tapi ini adalah inisiatif visi misi gubernur yang Aloysius lakukan termasuk didalamnya dilakukan pembenahan dan juga SDM di RSUD Jayapura itu. Jadi seharusnya Aloysius Giay ini dipertahankan dan layak mendapatkan penghormatan dan penghargaan khusus dari Gubernur Papua, karena ia dianggap berprestasi. Bukan malah mencopot jabatannya,” cetusnya.

Menurut legislator Papua ini, seharusnya orang seperti Aloysius Giay ini layak mendapatkan penghormatan dan penghargaan khusus yang diberikan oleh pak gubernur, karena dari sekian SKPD, sekian kepala dinas belum ada yang membangun seperti yang di lakukan oleh Aloysius. Termasuk beberapa teroboson yang sudah dilakukan Aloysius ke kampung kampung. Mungkin, ada beberapa dinas yang belum lakukan terobosan seperti itu.

“Saya bisa membuktikan itu, karena beliau punya gagasan itu sampai ke rawa- rawa, sampai ke daerah Pegunungan, sampai ke pedalaman dan juga sampai ke pulau-pulau dan ini sudah terbukti,” ungkap Politisi Partai Gerindra itu.

Seharusnya kata Natan, drg. Aloysius Giay ini diberikan penghormatan dan penghargaan khusus, karena prsetasi serta kinerjanya sudah terbukti dan nyata. Apalagi belum ada SKPD atau OPD lain yang bisa menyamainya. Kinerja beliau ini sangat bagus dan terbukti dia sudah menterjemahkan visi misi Gubernur Provinsi Papua.

“Dia juga tidak sibuk mabuk proyek. Dia ini seorang dokter. Jadi saya harap pak gubernur tinjau kembali keputusan ini Atau kalau tidak, beliau ini ditempatkan disalah satu posisi strategis, mengingat kinerja dan prestasi serta pengalaman dalam meningkatkan kesehatan di Bumi Cemderawasih ini sangat memuaskan.
Jadi sangat disayangkan kalau dia tidak diangkat kembali. Kami minta gubernur jangan lepas orang seperti ini, harus panggil dia kembali secara terhormat,” tandas Natan Pahabol.

Bahkan pada kesempatan ini, Natan Pahabol meminta gubernur jangan mendengar bisikan-bisikan halus yang ada disamping, karena orang itu tujuannya hanya ingin mencari muka untuk menjatuhkan seseorang karena demi kedudukan atau jabatan.

“Kami minta pak gubernur juga jangan mendengar bisikan-bisikan dan malaikat malaikat yang ada disamping. Sebab pembisik pembisik seperti ini hanya datang mencari makan, kemudian mereka biasanya hanya menyebar isu atau fitnah untuk mendapatkan posisi,” tukasnya.

Ditambah lagi ungkap Natan, kondisi pak gubernur saat ini fisiknya belum fit betul, sehingga pihaknya berharap para pembisik dan malaikat malaikat yang ada disamping pak gubernur tidak memanfaatkan situasi tersebut, tapi alangkah baiknya jika menyampaikan informasih yang baik, akurat dan benar kepada gubernur.

“Jangan kobankan orang profesional yang sudah terbukti kinerja dan prestasinya demi mendapatkan kedudukan. Jadilah pembisik sejati, pembisik yang baik, yang tidak menjatuhkan orang lain demi kepentingan pribadi,” tegas Natan Pahabol.

Selain itu, Natan Pahabol juga berharap pak gubernur memanggil beberapa orang yang telah dicopot dari jabatannya itu.

“Jadi harus dipanggil dan yang bersangkutan juga harus ditanyak.
Jangan hanya mendengar dari sepihak saja dan kalau bisa gubernur lakukan pembenahan dulu, tidak serta merta langsung dilakukan pemberhentian. Gubernur juga tolong jangan ganti-ganti orang sembarang di posisi fital ini. Baik Pendidikan juga Kesehatan, jangan pak gubernur ganti-ganti orang dalam dua tiga tahun. Karena itu sama saja menghancurkan pemerintahan sendiri,”tekannya.

Apalagi kita tahu tambahnya, grand designya sudah ada dan mulai dirancang. Karena untuk pendidikan dan kesehatan adalah pelayanan prorgam fital

“Karena itu, baik gubernur juga para bupati tidak boleh ganti-ganti orang di dua bidang ini,” pungkasnya. (Tiara).