Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis Headline

Pastikan Stok Bapok Mencukupi, BI Papua Imbau Masyarakat Bijak Berbelanja

Kepala BI Perwakilan Provinsi Papua, Juli Budi Winantya

Caption Foto : Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Juli Budi Winantya, saat diwawancara. (foto Tiara).

Jayapura : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijiriyah, Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua memastikan pasokan bahan pokok (bapok) tetap tercukupi.

Untuk itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Juli Budi Winantya menghimbau kepada masyarakat agar dapat lebih bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan yang ada dan secukupnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Juli Budi Winantya kepada wartawan usai menggelar buka puasa bersama di Jayapura, Kamis 21 April 2022.

“Terkait inflasi ini khususnya menjelang lebaran, kita imbau agar masyarakat belanja secukupnya. Tapi Kita di TPID sudah beberapa kali melakukan koordinasi dan intinya pasokan itu aman dan tersedia,” kata Juli Budi Winantya kepada sejumlah Wartawan disela sela acara buka puasa bersama di salah satu Cafe yang ada di seputaran Ruko Kota Jayapura, Kami 21 April 2022.

Apalagi lanjut Juli, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jayapura kata, terus melakukan upaya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan harga tetap aman.

Untuk itu, pihaknya meminta, masyarakat juga dapat berbelanja dengan mengutamakan transaksi non tunai.

Bahkan, BI Papua mengaku jika ketersediaan uang tunai saat bulan Ramadhan hingga lebaran tetap tercukupi.

“Ketersediaan rupiah, kami juga sudah siapkan sebesar Rp. 1,33 Triliun untuk kebutuhan selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri, itu tercukupi,”ujar Juli.

Selain itu, Juli juga mengatakan, maayarakat dapat melihat ataupun mengecek harga rata rata bahan pokok ataupun bahan makanan pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

Dijelaskan, PIHPS ini adalah sebagai hasil dari pantauan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun modern.

“Intinya, kita memantau harga barang barang atau bahan makanan di pasar atau untuk memastikan indikator. Jadi kalau ada harga trennya meningkat, kita TPID harus koordinasi apa, supaya dapat mencegah harganya tidak meningkat terlalu tajam,” jelasnya.

Ditambahkan, ini indikator yang kembangkan disemua daerah untuk memantau pergerakan harga komuditas harga strategis. Termasuk pasokan, itu juga kita dipantau di pihak PIHPS.

“Jadi bukan hanya harga tapi juga pasokan juga kita tanyakan ketersediaannya, jadi kita survei. Hanya saja memang pergerakan harganya tidak selalu harus sama tapi mestinya mendekati dengan rata rata yang kita cantumkan di TPID. Sehingga maksud dari PIHPS ini adalah dapat memberikan informasi kepada masyarakat gambaran harga harga komuditas tertentu disetiap pasar yang ada di Kota Jayapura,” paparnya. (Tiara).