Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Pastikan Bapok Aman Jelang Lebaran, Komisi II DPR Papua Bersama Mitra Akan Turlap ke Distributor

Beli Beras dari Petani Merauke
Mega F. Nikijiluw, SH

Jayapura, – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah atau Lebaran tahun 2020, Komisi II DPR Papua yang membidangi Perekonomian ingin memastikan stok atau persediaan bahan kebutuhan pokok dalam keadaan aman.

Oleh karena itu, Komisi II DPR Papua akan melakukan rapat dengan mitra kerja untuk memastikan persediaan atau stok bapok dan barang strategis lainnya, Jumat, 14 Mei 2020, (hari ini-red).

“Ya, kami Panja (Panitia Kerja) Ekonomi akan mengundang mitra kami supaya kita dengar langsung dari Dinas Perindagkop Naker dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memastikan ketersediaan bapok menghadapi pandemi Covid-19 selama 4 bulan ke depan,” kata Ketua Komisi II DPR Papua, Mega MF Nikijuluw, SH, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/05).

Namun, lanjut Mega, dengan ketersediaan bapok itu, bukan hanya untuk menghadapi pandemi Covid-19 saja untuk menghadapi 4 bulan ke depan, tetapi juga menghadapi hari raya Idul Fitri atau Lebaran, sehingga perlu diantisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga bapok.

Untuk itu, kata Politisi PDI-Perjuangan ini, Komisi II DPR Papua bersama mitra juga akan turun langsung ke lapangan (Turlap) untuk mengecek ketersediaan bapok di tingkat distributor dan pasar.

Selain itu, Komisi II DPR Papua kembali mengingatkan para pedagang atau pengusaha untuk tidak mengambil keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita selalu berkoordinasi dengan mitra kita, supaya kita dapat melihat langsung dan tetap mengawasi, jangan sampai ada penimbunan dan kenaikan harga yang tidak wajar. Jangan menari diatas penderitaan orang lain ditengah pandemi Covid-19, apalagi banyak tenaga kerja dirumahkan,” tandasnya.

Apalagi, kata Mega Nikijuluw, akan ada pembatasan aktivitas masyarakat mulai pukul 06.00 sampai 14.00 WIT. Ini tentu akan menambah kepanikan masyarakat.

“Yang jelas, ketersediaan bapok yang harus jadi prioritas. Jangan sampai sudah tidak ada bapok, harga tambah melambung tinggi,” ujar Mega.

Terkait soal rencana kedatangan kapal Pelni yang membawa bapok dan barang strategis lainnya, Mega mengaku jika Komisi II DPR Papua bersama mitra kerja akan turun memantau di Pelabuhan Jayapura.

Namun dirinya berharap agar beras di Merauke yang saat ini tengah panen atau dalam posisi surplus, mestinya pemerintah daerah bisa membelinya untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Hanya saja ungkap Mega, para pengusaha tentu tidak akan mau mendatangkan beras dari Merauke, lantaran sulitnya transportasi ke Jayapura.

“Jadi kalau bisa jangan hanya ambil dari Sulawesi dan Jawa saja. Mestinya bisa membeli beras dari petani di Merauke. Kita harap Pemprov Papua yang beli untuk bantuan masyarakat terdampak Covid-19, sehingga ada perputaran uang bagi petani di Merauke,” harapnya.

Tak hanya itu, Mega pun berharap, ditengah pandemi Covid-19 di Papua, pemerintah mendorong masyarakat untuk bertani atau berkebun, sebab pemerintah tentu tidak bisa terus menerus memberikan bantuan bapok kepada masyarakat.

“Dalam pertemuan besok (hari ini-red), kita juga harus mendorong pangan lokal Setelah itu, kita akan turun mungkin bersama Gugus Tugas Covid-19 ke Bulog dan titik mana lagi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Panja Komisi II DPR Papua, Gali pengalaman dari Dinas Peternakan NTT

Tiara

Dalam Reses Ketua Komisi II, Warga Puncak Mengaku Tak Rasakan Otsus

Tiara

Stok Bahan Pangan di Provinsi Papua Cukup Hingga 2 Bulan Ke Depan.

Fani

Atlet dan KONI Papua Sumbang Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Bams

Komisi II DPR Papua Berharap Ada OAP Yang Jadi Distributor

Tiara

Kapolresta : Penyaluran Sembako Tidak Tepat Sasaran akan Bedampak Negatif

Ridwan

Pegawai OJK Bagikan Ratusan Paket Bapok dan APD

Zulkifli

Komisi II DPR Papua Terima Keluhan dari Masyarakat yang Belum Terima Bansos

Tiara

Bupati/Walikota se Papua Sepakat Shalat Idul Fitri di Rumah

Bams