Papua Tertinggi Angka Pengangguran
Jayapura – Pada 5 November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) di Papua pada periode Agustus 2025 sebanyak 466,49 ribu orang, turun 24,07 ribu orang dibanding Agustus 2024.
Penduduk yang bekerja sebanyak 434,02 ribu orang, turun 24,78 ribu orang dari Agustus 2024.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 6,96 persen, naik sebesar 0,48 persen dibanding pada Agustus 2024.
Secara nasional, jumlah angkatan kerja berdasarkan Sakernas pada Agustus 2025 sebanyak 154,00 juta orang, naik 1,89 juta orang dibanding Agustus 2024.
Tingkat Partsipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,59 persen, turun sebesar 0,04 persen poin dibanding Agustus 2024.
Penduduk bekerja pada Agustus 2025 sebanyak 146,54 juta orang, naik 1,90 juta orang dari Agustus 2024.
Di wilayah Papua, termasuk daerah otonomi baru, Provinsi Papua induk tertinggi angka pengangguran terbuka.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua Kementerian Keuangan, Izharul Haq mengungkapkan, angka pengangguran di Papua tercatat 6,96 persen.
“Hal ini dipengaruhi oleh arus masuk angkatan kerja dari daerah lain di wilayah Papua ke Jayapura untuk mencari pekerjaan, sehingga terjadi penumpukan,” kata Izharul dalam konferensi pers realisasi APBN 2025 di Gedung Keuangan Negara (GKN) Jayapura, Rabu (31/12/2025).
Sementara, provinsi Papua Pegunungan menempati angka pengangguran terendah sebesar 1,68 persen.
“Ini kemungkinan perpindahan angkatan kerja. Mereka keluar dari daerah tersebut ke daerah lainnya,” jelasnya.
Kendati jumlah angka pengangguran terendah, namun tingkat kemiskinan Papua Pegunungan tertinggi, yakni 30,03 persen, jauh di atas nasional yang tercatat 8,47 persen.
Izharul bilang, wilayah tersebut juga mencatatkan rasio gini sebesar 0,349. Secara umum, seluruh daerah di Papua masih memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata nasional. (Sari)
