Luka Tembak di Leher Tembus Rahang, Ahmad Gunawan Tak Tertolong

Puncak Jaya – Ahmad Gunawan (41), warga Maros, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian leher kiri yang tembus ke rahang kanan.

Korban sempat dirawat di RS Mulia, namun belum dapat menjalani operasi karena kondisi medis belum stabil akibat pendarahan dan pembengkakan. Jenazah telah diberangkatkan ke kampung halaman melalui Makassar.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara Ahmad Gunawan. Tim masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan pelaku. Identitas sudah kami kantongi, namun belum dapat kami sampaikan demi kepentingan penyidikan,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Jumat, 13 Februari 2026.

Dia memastikan kelompok pelaku di Puncak Jaya berbeda dengan yang beroperasi di Korowai maupun Yahukimo.
“Kami tegaskan, ini kelompok yang berbeda dan penanganannya dilakukan secara terpisah sesuai karakteristik wilayah operasinya,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Gunawan seorang pengusaha asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 13.00 WIT, di Distrik Ilu. Saat itu, korban yang berprofesi sebagai pengusaha/retailer tengah membersihkan bagian depan rumah tokonya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiba-tiba sekelompok orang yang diduga merupakan KKB datang dengan mengendarai sepeda motor. Tanpa peringatan, pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah korban. Tembakan dilaporkan mengenai bagian kepala korban.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Puncak Jaya di Kota Mulia untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, akibat luka tembak yang cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis.

Related posts

Agustinus:FGD, Upaya Bantu Pemerintah Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat

Bams

Jangan Ada Kecurangan, Masyarakat Papua Diminta ikut Kawal Suara MARI-YO

Jems

Benahi Homeyo, Koops Habema dan Masyarakat Inisiasi Pendirian Sekolah Lapangan

Fani

Suket Tidak Pernah Terpidana Tidak Sesuai Domisili Jadi Alasan MK Diskualifikasi Yermias Bisai

Fani

Papua Tuan Rumah Hari Anak Nasional 2024

Bams

Penuhi Janji, BTM Hadiri Penutupan Ramang Harmoni dan Hadirkan Sejumlah Artis

Jems

Leave a Comment