Pasific Pos.com
Headline Kriminal

Kosgoro Papua Sikapi Aksi Kekerasan KKB Terhadap Nakes di Pegunungan Bintang

Ketua PDK Kosgoro 1957 Papua, Robert L.N Awi didampingi Sekretaris PDK Kosgoro 1957 Papua, Early L.A.Ibo memberikan keterangan pers.

Jayapura – Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong atau Kosgoro 1957 mengutuk dan mengecam aksi keji kelompok kriminal bersenjata atau KKB terhadap tenaga kesehatan (Nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 13 September lalu.

Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Papua, Robert L.N Awi berharap Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.

Menurut Robert, sejak tragedi di Kiwirok, sampai saat ini, kedua pemerintah daerah tersebut belum melakukan permintaan maaf kepada keluarga korban. Padahal persitiwa memilukan itu telah terjadi selama sepekan.

“Sampai hari ini kami belum dengar kedua Pemda tersebut meminta maaf kepada keluarga korban, padahal peristiwa ini terjadi sejak 13 September lalu, bahkan seorang tenaga kesehatan meninggal dunia akibat dianaya secara keji oleh KKB,” ujar Robert, di Para- para LMA Port Numbay, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/9/2021).

Kepada para peserta PON XX Papua, Robert menyampaikan bahwa lokasi terjadinya tragedi kemanusiaan ini jauh dari tempat pelaksanaan event olahraga tersebut. Karena itu, dia meminta kepada mereka agar tetap semangat dan tidak khawatir selama berada di Papua.

“Peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Papua, khususnya bagi tenaga kesehatan. Karenanya, kami meminta peserta PON tetap tenang, dapat menikmati keindahan Papua dan berprestasi,” ucapnya.

Robert juga mengapresiasi kerja keras TNI dan Polri yang telah berusaha secara maksimal memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di Papua dan juga upaya perlindungan kepada para korban kekejaman KKB di Kiwirok.

Sementara itu, Sekretaris PDK Kosgoro 1957 Provinsi Papua, Early L.A Ibo menyampaikan pesan kepada masyarakat di Papua agar tetap tenang, dan meminta untuk menahan diri apabila menerima informasi yang diragukan kebenarannya.

“Karena informasi yang belum tentu benar biasanya dari oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memancing amarah masyarakat yang dapat menimbulkan konflik,” ujarnya.

PDK Kosgoro 1957 Provinsi Papua juga mengeluarkan seruan. Berikut enam seruannya :

1.Mendesak Gubernur Papua dan Bupati Pegunungan Bintang segera memberikan pertanggungjawaban baik moril maupun materil kepada seluruh keluarga korban tenaga kesehatan baik yang luka ringan, luka berat, bahkan yang meninggal dunia.

2.Meminta Gubernur Provinsi Papua dan Bupati Pegunungan Bintang menjelaskan dan memastikan keberadaan saudara kami Mantri Gerald Sokoy yang hingga kini masih dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.

3.Mendesak Gubernur Papua dan Bupati Pegunungan Bintang meminta maaf kepada seluruh tenaga kesehatan dan keluarga korban.

4.Mendesak Gubernur Papua dan Bupati Pegunungan Bintang segera menarik seluruh tenaga kesehatan dan tenaga guru dari daerah konflik.

5.Meminta Komnas HAM segera turun lapangan melakukan rekonstruksi dan membuat pernyataan yang seadil-adilnya buat seluruh korban.

6.Mendesak Pangdam dan Kapolda untuk segera mengambil langkah – langkah hukum yang tegas, terukur, dan humanis untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi seluruh tenaga kesehatan, tenaga guru dan seluruh rakyat Papua di daerah konflik. (Zul)