Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Fraksi Keadilan Nurani DPR Papua Minta Pemerintah Harus Hadir Beri Jaminan Keamanan

Ketua Fraksi Gabungan I Keadilan Nurani DPR Papua, H. Kusmanto. (Tiara).

Jayapura – Tragedi pembantaian terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dsitrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang pada akhir pekan kemarin, kini menjadi sorotan dan perhatian publik. Bahkan tak sedikit yang mengutuk tindakan tersebut.

Terkait peristiwa itu, Ketua Fraksi Gabungan I Keadilan Nurani DPR Papua, H. Kusmanto meminta pemerintah untuk hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat sipil yang ada di Distrik Kwirok, Pegunungan Bintang, Papua itu.

“Artinya, dengan kejadian pembantaian terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, ini menimbulkan perhatian kita yang begitu dalam. Dan kami mengutuk, siapa pun pelakunya yang melakukan tindakan sadis itu. Ini kejadian kemanusiaan yang luar biasa. Maka disaat itu, pemerintah harus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di daerah – daerah terpencil di Papua, apalagi korbannya para tenaga kesehatan (Nakes),” kata Kusmanto usai mengikuti kegiatan Komisi III di Hotel Horison Kota Jayapura, Senin, 20 September 2021.

Dikatakan, jika kejadian tersebut hampir serupa dengan yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap tenaga pendidikan atau guru di Kabupaten Puncak.

“Kalau seandainya mereka – mereka ini, tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan, tidak merasa aman dan trauma atas kejadian itu, dipastikan mereka tidak akan mau lagi mengabdi untuk melaksanakan tugas di daerah pedalaman di Papua ini. Sehingga tentu ini akan menjadi krisis kemanusiaan yang berkepanjangan,” tandas Kusmanto.

Oleh karena itu, Kusmanto yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR Papua dengan tegas mengatakan, jika pemerintah harus lebih tegas dan hadir untuk segera menuntaskan masalah ini serta memberikan jaminan keamanan kepada nakes dan tenaga guru yang ada di pedalaman Papua.

“Dan, jika seandainya mereka ini semua lakukan mogok kerja dan menarik diri dari pedalaman, maka apa yang terjadi nantinya? Seperti beberapa waktu lalu, tenaga pendidikan juga di bunuh di Puncak dan sebagainya. Ini akan menjadi krisis kemanusiaan,” tekannya.

Untuk itu, Kusmanto kembali mengingatkan pemerintah harus tegas dan hadir untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, khususnya yang sedang bertugas di pedalaman.

Menurut Kusmanto, terlepas dari itu semua, apa pun perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang telah melakukan tindakan sadis itu, tentunya harus dilakukan dengan cara – cara yang beradab dan manusiawi.

Terkait adanya desas desus bahwa ada petugas kesehatan membawa senpi, Kusmanto mengatakan, terlepas dari itu semua maka harus dibuktikan dulu.

Yang jelas tandas Kusmanto, para nakes itu selama ini telah menjaga, melayani masyarakat dengan tulus dan menolong masyarakat ketika sedang sakit.

“Lalu kenapa para nakes ini diserang secara brutal dan dibunuh?. Padahal nakes ini sudah mengabdikan diri untuk melayani masyarakat disana dengan tulus,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Kusmanto, tidak gampang mencari atau mengontrak tenaga-tenaga kesehatan ataupun tenaga pendidikan untuk ditempatkan di daerah terpencil seperti di Kiwirok, Pegunungan Bintang ataupun di daerah pedalaman lainnya.

Atas kejadian tersebut, Kusmanto kembali meminta pemerintah harus memperhatikan mereka dengan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan, sehingga mereka betul- betul bisa melaksanakan tugas dengan baik dan tenang.

Sebab, tandas Kusmanto , ini akan menjadi trauma bagi nakes dan juga tenaga guru lainnya yang nantinya akan ditempatkan di daerah terpencil di Papua.

“Jelas mereka ini akan trauma. Jadi kalau misalnya mereka trauma, pasti mereka akan menarik diri dan tidaka akan pernah mau mengabdi di daerah terpencil lagi, apalagi di Kiwirok. Sehingga kedepannya itu akan terjadi krisis kemanusiaan yang berkepanjangan,” tekannya. (Tiara).