Korban Kebakaran Kapal Mekar Alam B Berhasil Dievakuasi Dengan Selamat
MERAUKE -Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menerima laporan terkait kecelakaan kapal yang melibatkan KM.Mekar Alam B di perairan Laut Arafura Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat (27/3).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, S.E., M.M menyampaikan bahwa informasi awal diterima pada pukul 14.29 WIT dari pelapor atas nama Ragil, yang sebelumnya mendapatkan informasi dari kapal nelayan mengenai terjadinya kebakaran pada KM.Mekar Alam B.
Kejadian diperkirakan sekitar pukul 13.40 WIT di koordinat 09°13.600’ S dan 140°22.800’ E, dengan jumlah orang di atas kapal (POB) sebanyak 26 orang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 14.47 WIT, tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke yang terdiri dari 17 personil langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam dan perkiraan tiba di lokasi pada pukul 16.20 WIT.
Operasi ini melibatkan beberapa unsur terkait, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke , KODAERAL XI Merauke dan SATPOLAIR POLRES Merauke Tim SAR menggunakan Rescue Boat 223, RIB dan peralatan pendukung lainnya. Pencarian resmi dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Tim bergerak menuju lokasi kejadian pada Jumat (27/3) pukul 14.47 WIT menggunakan RB 223 Merauke. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Pukul 16.00 WIT, petugas komunikasi menerima informasi dari pengurus kapal, Ragil, bahwa 26 orang berhasil diselamatkan oleh kapal KM Sahabat pada pukul 15.55 WIT.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kembali melalui komunikasi radio SSB dengan nahkoda KM Sahabat yang menyatakan seluruh korban dalam kondisi selamat dan sehat.
Selanjutnya, pada pukul 17.00 WIT, seluruh korban dipindahkan ke KM Bintang Mekar Mulia. Tim yang tiba di lokasi pada pukul 19.30 WIT kemudian melakukan proses evakuasi terhadap 24 orang korban ke RB 223.
Sementara itu, 2 orang korban yaitu nahkoda dan KKM memilih tetap berada di kapal untuk menunggu kapal perusahaan yang sedang menuju lokasi kejadian. Tim bersama 24 korban bertolak menuju dermaga perikanan Merauke pada pukul 20.10 WIT dan tiba Sabtu (28/3) pukul 00.02 WIT.
Seluruh korban yang dievakuasi selanjutnya diserahkan kepada pihak pengurus kapal dalam kondisi selamat. “Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dan koordinasi yang baik antar unsur SAR gabungan Gabungan serta dukungan dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Syukurlah, 26 korban dinyatakan selamat,”terang Rudi.(Iis)
