Kontak Senjata TNI Dan OPM, 15 Anggota Separatis Lari Ke Hutan
YAHUKIMO,- Pasukan Datasemen 3 Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 3 Marinir Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III terlibat kontak senjata dengan sedikitnya 15 anggota TPNPB OPM pimpinan Kopitua Heluka (KH) di Camp Biru Kali Senami Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Papua Pegunungan, Sabtu (7/11).
Pangkoganwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto mengemukakan, berawal dari informasi yang diberikan Satgas Mandala Pasukan Satgas Yonif 3 Marinir dan Satgas Rajawali V yang menelusuri jejak kelompok KH hingga akhirnya menemukan kelompok sparatis tersebut di sekitar Kali Senami Distrik Dekai Yahukimo.
Sebelum kontak senjata, personil terlebih dahulu melakukan upaya persuasif dengan meminta OPM menyerah namun malah dibalas dengan tembakan. OPM berhasil dipukul mundur, sedikitnya 15 orang memilih melarikan diri ke dalam hutan.
KH sempat ditangkap dan dipenjara tetapi berhasil melarikan diri dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025 lalu. Ia terkenal sadis karena melakukan penyiksaan sebelum menghabisi korban. Satgas TNI kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan sebuah gubuk tempat persembunyian kelompok separatis.
Ditemukan 7 pucuk senjata api yang terdiri dari 2 pucuk senjata laras pendek, 5 pucuk senjata laras panjang, puluhan butir peluru tajam, 2 teleskop, beberapa bilah senjata tajam dan selembar bendera Bintang Kejora.
Perlu diketahui, upaya pengejaran sekaligus pemberantasan kelompok separatis TPNPB OPM terus dilakukan pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III agar keamanan serta kondusifitas wilayah tetap terjaga dan masyarakat di Papua dapat hidup tenang dan damai.
Dengan menggunakan dua helikopter Caracal TNI AD, Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto didampingi Kaskogab Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto memimpin langsung upaya pengejaran dan pemberantasan sisa-sisa kelompok tersebut yang bersembunyi di pelosok Papua.
Dari udara pihaknya melakukan pemantauan pergerakan TPNPB OPM di hutan, bukit dan lembah. Salah satunya yang berada di Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah yang disinyalir menjadi tempat pelarian sisa-sisa kelompok separatis.
Intan Jaya sebelumnya masuk dalam kategori zona hitam dimana pada 25 September lalu pasukan Yonif 315 Garuda dan tim Taipur Koops Habema di bawah kendali Kogabwilhan III yang mendapatkan info awal keberadaan kelompok OPM di Intan Jaya jaya dari pihak BIN.
Selain patroli udara, Letjen Lucky juga mengunjungi pasukan Satgas TNI Koops Habema di pos keamanan yang tersebar di titik-titik kuat di Intan Jaya untuk memberikan semangat sekaligus menganugerahkan penghargaan atas dedikasi dan prestasi prajurit yang berhasil menjalankan tugas menegakkan kedaulatan negara serta melindungi masyarakat.(Iis)
