Pasific Pos.com
Headline Pendidikan & Kesehatan

Klarifikasi Soal Penahanan TPP Guru, Ini Jawaban Kadis P & P

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, L Christian Sohilait, ST. M. Si (foto Tiara).

Jayapura – Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, L Christian Sohilait, ST. M. Si mengklarifikasi soal penahanan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), bagi guru SMA/SMK/SLB yang belum divaksin.

Dimama sebelumnya kata Christian Sohilait, diberitakan jika tahun ajaran baru semakin dekat. Makanya, kita targetkan dan dorong supaya vaksinasi guru SMA/SMK/SLB itu harus rampung seluruhnya sebelum tahun ajaran baru.

“Kalau belum bayar TPP akan ditahan. Sehingga semua staf dan guru beserta tenaga kependidikan kita minta wajib melaksanakan vaksinasi,” kata Christian Sohilait kepada Wartawan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR Papua di salah satu Hotel di Abepura, Kota Jayapura, Rabu siang (21/07).

Menurutnya, ini berawal dari persiapan pembukaan sekolah tatap muka, sebab
di Papua masih 19 persen para guru yang melakukan vaksinasi, sedangkan persyaratannya harus 80 persen guru yang divaksin barulah sekolah tatap muka diberlakukan.

“Jadi, inilah yang menjadi penyebanya, sehingga saya selaku pimpinan harus mengambil sikap, untuk melakukan penahanan TPP dari para guru,” terangnya.

Kendati demikian kata Sohilait, penyataan tersebut tidak tertulis. Jadi guru-guru tidak usah takut, TPP-nya itu akan tetap terbayarkan.

“Sekarang proses pembayaran TPP sedang berjalan,” ujar Sohilait

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Komisi V DPR Papua bidang Pendidikan, Timeles Yikwa, SE menjelaskan, dari hasil pertemuan ini, Kadis PPAD telah memberikan klarifikasi, soal penahanan TPP dari para guru.

“Pernyataan tersebut tidak tertulis dan bukan keputusan yang mutlak,” tandasnya.

Disamping itu, dirinya pun mengingatkan kepada Kadis PPAD, agar kejadian hal seperti ini tidak tetulang lagi.

“Kalaupun ada kendala yang dihadapi, bisa berkoordinasi langsung dengan kami, karena kita adalah mitra kerja,” tandas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Oleh karena itu, dari pertemuan dengan Komisi V DPR Papua pada hari ini, Timeles berharap, banyak saran dan masukan telah diberikan oleh teman-teman. Ini menjadi cantatan penting, pungkasnya. (Tiara)