IWAPI Makin Berkibar, Hadir Di Papua Selatan Dengan Kreativitas Unggul Perempuan Pengusaha

MERAUKE-Rakerda 1 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Papua Selatan serta pengukuhan DPD dan pelantikan DPC IWAPI se-Papua Selatan menjadi momentum bersejarah bagi para perempuan pengusaha di kawasan selatan. Fannie T. Hetharia resmi menahkodai IWAPI Papua Selatan sebagai Ketua DPD yang dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi.

 

Rakerda 1 IWAPI Provinsi Papua Selatan serta pengukuhan DPD dan pelantikan DPC IWAPI se-Papua Selatan berlangsung di MBS Hotel, Kamis (17/9) dengan tema “Sinergitas IWAPI dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi perempuan yang kreatif, inovatif dan inklusif melalui transformasi digital menuju Indonesia Emas”.

 

Pasca pelantikan, Fannie T. Hetharia meminta jajarannya untuk terus mengembangkan kreativitas, inovasi, kualitas produk serta pengembangan usaha yang berkelanjutan. Terlebih Provinsi Papua Selatan memiliki banyak potensi di berbagai sektor termasuk produk lokal yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

 

Potensi tersebut perlu didorong oleh IWAPI agar dapat memberikan nilai tambah. Ia juga menegaskan bahwa IWAPI memiliki tanggung jawab membangun perempuan pengusaha untuk mengembangkan potensi tersebut sehingga menjadi sumber pendapatan, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Ia mengajak seluruh pengurus DPD dan DPC terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah khususnya dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi perempuan. “Mari kita jadikan IWAPI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Saya percaya dengan semangat dan kerja nyata, perempuan Papua Selatan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” terangnya.

 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, IWAPI harus hadir sebagai wadah yang mampu memperkuat kapasitas, meningkatkan ketrampilan, membuka peluang usaha serta memperluas akses perempuan terhadap permodalan, pemasaran, teknologi dan jaringan kemitraan. Sementara itu

Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi menyampaikan, IWAPI sudah berdiri setengah abad dan sampai saat ini sudah terbentuk di 37 provinsi.

 

IWAPI juga memiliki satu perwakilan di Negara Malaysia dan direncanakan tahun ini akan dibentuk lagi di Korea, Australia dan Washington DC. Dengan demikian kehadiran organisasi ini akan semakin meluas, tidak hanya lingkup domestik tetapi melebarkan sayap hingga luar negeri.

 

Di seluruh Indonesia, IWAPI memiliki anggota yang cukup banyak, lebih dari 40 ribu perempuan pengusaha. 98 persen bergerak di sektor UMKM dan 2 persen merupakan pengusaha besar. Karena fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan sehingga dalam waktu 51 tahun, IWAPI telah menjadi mitra pemerintah.

 

Dengan banyaknya potensi di Papua Selatan, pihaknya berharap IWAPI dapat ikut berperan termasuk di sektor pertanian dimana lahan yang masih tersedia dapat dikaryakan oleh IWAPI dan bekerja sama dengan kelompok tani setempat. Upaya yang dilakukan lewat program Kampung Holtikultura ini juga membantu stok tanaman. Bahkan jika jenis tanaman yang akan ditanam tidak tersedia di Merauke maka akan langsung dikirim dari pusat.

 

“Kita ketahui bersama bahwa Presiden Prabowo sedang gencar memperjuangkan ketahanan pangan, oleh sebab itu kalau sifatnya sudah urusan perut maka jangan ditunda-tunda, ” tukasnya. Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus Provinsi Papua Selatan, Soleman Jambormias menyampaikan apresiasi atas kehadiran IWAPI di Provinsi Papua Selatan dan berharap dapat membangun kolaborasi secara meluas, baik dalam maupun luar negeri.

 

Dengan demikian produk yang dihasilkan oleh para pengusaha perempuan pasarannya akan semakin luas dan dikenal di mana saja. IWAPI juga diminta pro aktif mempromosikan produk lokal keluar daerah. Ia mengharapkan kehadiran IWAPI dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di wilayah kabupaten, provinsi, distrik hingga kampung.

 

“Mama-mama Papua di kampung membutuhkan uluran tangan kita. Untuk itu IWAPI harus bisa menyentuh mereka sehingga meningkatkan perekonomian keluarga. Jika ini terealisasi maka itu menandakan keberhasilan IWAPI. Jadi angkat harkat dan martabat perempuan Papua yang ada di kampung-kampung lokal, “pungkas Soleman. (iis)

Related posts

Pemkab Bersama DPRD Yalimo Dukung Penuh Pemekaran Distrik Benawa

Fani

Wujud Kebersamaan dan Pelestarian Budaya, Satgas TMMD ke-123 dan Warga Kompak Bangun Pondok Adat

Fani

Keluarga Korban KKB Beberkan Penderitaan Selama Penyanderaan

Fani

Di Ancam Oleh Tim Lawan, Saksi BE-NA di Provinsi Pegunungan bersuara

Bams

Edukasi Sejak Dini, Murid SDIT Permata Bunda Bagi-Bagi Takjil

Bams

Eddy Tananar: Jangan “Jual” Suku Manirem Untuk Politik

Bams

Leave a Comment