Ini Alasan Rini Agustina Memilih Ponpes Darul Mukhlashin Riyadul Jannah Untuk Pendidikan Sang Buah Hati
MERAUKE,- Rini Agustina adalah salah satu orang tua santri yang memilih Pondok Pesantren Darul Mukhlashin Riyadul Jannah untuk menitipkan sang buah hati menuntut ilmu.
Ibunda dari santri bernama Fatimah Azzahro ini mengakui bahwa sejak awal telah jatuh hati dengan pondok pesantren tersebut karena pola pendidikan yang dianggap sangat cocok untuk sang putri.
Saat ditemui Pasific Pos ketika menengok putrinya, Jumat (12/6), ia mengemukakan bahwa sejak dididik di pesantren anaknya mengalami kemajuan yang cukup signifikan khususnya terkait ilmu agama. Ia juga menilai para ustad dan ustadzah yang mengajar sangat berkompeten dan menunjukkan kinerja yang baik.
“Anak saya sudah mondok dua tahun dan bersyukur sekali karena cocok dengan pendidikan yang diberikan. Semoga ilmu agama yang didapat berguna bagi masa depannya kelak, ” terangnya.
Wanita yang tinggal di Distrik Tanah Miring ini menjelaskan, ia sering menanyakan tentang kabar sang anak dan memantau perkembangan pendidikan anaknya selama di pesantren.
Jika rasa kangen muncul, ia akan datang menengok dengan memanfaatkan waktu kunjungan khusus yang dijadwalkan pondok setiap Hari Jumat. Pada momentum itulah ia melepaskan rindu dan menghabiskan waktu mengobrol dengan sang anak.
Kali ini ia mengajak anaknya yang laki-laki untuk menemani sambil membawakan makanan kesukaan putrinya. Ia berangkat dari Tanah Miring sekitar jam 8 pagi dan pulang jam 11 siang sebelum waktu Shalat Jumat.
“Saya selalu mengupayakan datang karena waktu yang ada sangat berharga. Pasalnya, anak saya benar-benar fokus menuntut ilmu sehingga hanya pulang ke rumah saat waktu libur saja, ” ujarnya.(iis)
Nonton Bareng Film Edukatif, Sarana Dakwah Plus Menambah Wawasan Santri
MERAUKE-Berbagai kegiatan dilakukan oleh para santri Pondok Pesantren Darul Mukhlashin Riyadul Jannah dalam mengisi waktu luang setiap Hari Jumat dengan aktivitas yang bermanfaat. Kebetulan pada hari itu merupakan hari libur sehingga santri memiliki banyak waktu untuk melakukan berbagai aktivitas.
Biasanya mereka membantu pengurus pondok membersihkan lingkungan pondok dengan bekerja bakti lalu dilanjutkan menonton film yang bersifat edukasi bersama-sama. Di antaranya film yang mengisahkan tentang figur-figur nabi sehingga tidak hanya sekedar nonton bareng, momen tersebut juga menjadi sarana dakwah.
Pondok pesantren ini memang menyiapkan jadwal khusus untuk pemutaran film sehingga santri bisa memperoleh pengetahuan melalui film tersebut. Pasific Pos berkesempatan mewawancarai tiga santri asli Papua yang tengah menonton film bersama, Jumat (12/6) yaitu Zaenab Salsabilla, Azzatul Salma Piripas dan Kholifa Alinsani Amaseawabaluk.
Ketiganya mengakui dengan menonton film-film edukatif sangat bermanfaat untuk menambah wawasan khususnya terkait sejarah para nabi. “Sekarang yang kami tonton adalah kisah Nabi Muhammad dan banyak wawasan yang kami dapatkan lewat film ini. Terutama tentang perjuangan Rasullulah dalam memimpin umatnya, ” ujar Azzatul.
Hal senada diungkapkan oleh Zaenab yang mengakui bahwa nonton bareng merupakan salah satu momen favoritnya karena bisa berkumpul bersama teman-teman sekaligus ajang refresing. Begitu pula Kholifa, ia menilai pemutaran film-film edukasi terutama edukasi Islam sangat bermanfaat sehingga ia tidak pernah melewatkan momen tersebut.(Iis)
