Ikut Pelatihan Di Bengkel, Stepanus Dan Antonius Merajut Harapan Jadi Tenaga Trampil
MERAUKE-Stepanus Santo Antonius Akari dan Antonius Arawa, dua pemuda asli Papua sangat bersemangat mengikuti pelatihan skill di bidang pengelasan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan di Bengkel Rosangko Teknik, Kamis (22/10). Menjelang pelatihan berakhir, mereka berdua semakin antusias bahkan sudah mampu membuat produk.
Baik Stepanus maupun Antonius, sangat merasakan manfaat dari pelatihan yang diikuti, apalagi mereka berdua juga belum memiliki pekerjaan tetap. Oleh sebab itu ketrampilan yang diperoleh dalam pelatihan akan menjadi bekal untuk terjun ke dunia usaha.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami selaku anak muda Papua Selatan dalam mengembangkan skill di bidang pengelasan. Saya dan teman-teman sekarang sudah bisa membuat berbagai produk,” ujar Stepanus kepada Pasific Pos di sela-sela pelatihan. Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan bahkan memberikan apresiasi kepada anak-anak Papua Selatan yang meraih prestasi dalam berbagai ketrampilan, termasuk pengelasan.
Hal senada disampaikan Antonius yang merasakan wawasan dan ketrampilannya bertambah. Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak dinas yang telah menyelenggarakan pelatihan dan berharap memberikan hasil yang terbaik. “Saya berharap bisa memperoleh pekerjaan setelah trampil. Karena butuh perjuangan untuk benar-benar memahami apa yang disampaikan instruktur agar benar-benar trampil.
Awalnya saya akui belum memahami secara detail namun setelah beberapa hari ikut pelatihan akhirnya menjadi paham, “ungkap Antonius. Sementara itu Timotius Fangohoy selaku instruktur dan koordinator pelatihan menjelaskan, peserta mengikuti pelatihan dengan tertib. Pihaknya berupaya menciptakan situasi yang penuh dengan kebersamaan dan kekeluargaan di antara instruktur juga sesama peserta.
“Saya bangga dengan semangat mereka yang begitu tinggi, semoga ilmu yang diberikan dapat diimplementasikan dalam dunia kerja. Mereka menerima materi dan melakukan praktek dengan baik, kita semua sudah seperti keluarga. Saya melatih mereka selayaknya seorang ayah, teman, saudara dan keluarga sehingga semua berjalan lancar, “ungkap Timotius.
Lebih lanjut pensiunan guru ini mengungkapkan, sebelum praktek para peserta dibekali dengan beberapa materi penting terkait sikap, karakter, dasar-dasar pengelasan, keselamatan kerja dan selanjutnya mengajarkan peserta untuk membuat produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pasca pelatihan, peserta tidak dibiarkan menganggur namun langsung direkrut untuk bekerja. Dirinya telah berkoordinasi dengan beberapa bengkel untuk menggunakan jasa alumni pelatihan sebanyak 4 orang. Ia menilai, bakat peserta yang notabene anak asli Papua sangat menonjol. Hanya saja mereka tidak memiliki peralatan yang memadai untuk digunakan membuka usaha secara pribadi.
Hal ini menjadi kendala karena jika tidak didukung dikhawatirkan mereka akan mengalami kevacuman cukup lama dan ilmu yang diperoleh tidak dapat diimplementasikan. Ada kebanggaan tersendiri baginya ketika melihat anak didiknya mandiri dengan ilmu yang diperoleh.
Ia bersyukur karena ilmunya masih bermanfaat untuk orang lain meskipun dirinya telah purna tugas dari lingkup pendidikan. Kemampuannya mengajarkan pelajaran pengelasan dan pembubutan saat masih aktif sebagai guru tidak hilang begitu saja. Kemampuannya ini masih terus digunakan oleh banyak pihak guna meningkatkan ketrampilan SDM sehingga melahirkan banyak tenaga trampil dan profesional.
Pada kesempatan yang sama, Widyo Sasongko, Pemilik Bengkel Rosangko Teknik mengemukakan bahwa dirinya merasa senang karena dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melatih anak-anak Papua. Saat ini peserta telah mahir membuat tempat galon, bakaran ikan, pengering ikan asin, pagar, pintu dan kompor oli bekas.
“Bakat mereka sebenarnya luar biasa dan saya bisa melihat itu selama pelatihan. Memang di tahap awal masih ada yang kesulitan, ini wajar karena mereka masih pemula. Tetapi lama kelamaan mereka makin paham, makin trampil dan hasilnya juga cukup rapih, ” ungkap Widyo yang sukses menjalankan usaha bengkel selama 24 tahun ini.(iis)
