Gereja Harus Keluar dan Berjalan Bersama Umat

Jayapura – Uskup Keuskupan Nueve de Julio, Argentina, Mgr. Ariel Edgardo Torrado Mosconi, tampak hadir di tengah tengah umat saat Misa pembukaan Sinode Keuskupan Jayapura.

Mgr. Ariel yang ditemui usai misa di Gereja Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja, Kota Jayapura, Senin (2/2/2026)menyatakan kegembiraannya.

Saya sangat gembira bisa merayakan ulang tahun tahbisan Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius, sekaligus mengikuti Misa Pembukaan Sinode Keuskupan Jayapura,” ujar Mgr. Ariel.

Mgr. Ariel membagikan pengalaman singkatnya bekerja bersama Almarhum Paus Fransiskus ketika masih menjabat sebagai Kardinal di Buenos Aires, Argentina. Ia menekankan ajaran Paus Fransiskus tentang pentingnya Gereja yang berjalan bersama dalam semangat komunio dan terang Injil.

“Paus Fransiskus selalu mengajarkan kita untuk keluar dari diri sendiri, menjadi Gereja yang tidak hanya dekat dengan sakristi, tetapi Gereja yang misioner, yang mendengarkan sabda Tuhan dan suara umat,” ujarnya.

Menurutnya, Gereja dipanggil untuk mewartakan Injil dengan wajah yang penuh sukacita, bukan murung. Ia pun mengapresiasi Keuskupan Jayapura yang dinilainya telah menghidupi semangat tersebut melalui pelaksanaan Sinode.

“Saya mengucapkan selamat kepada Gereja Keuskupan Jayapura karena telah mewujudkan mimpi Paus Fransiskus menjadi nyata,” katanya.

Mgr. Ariel menjelaskan bahwa kehadirannya di Jayapura adalah sebagai Pembina Gerejawi Gerakan Pontifical Scholas Occurrentes Vatikan, sebuah gerakan pendidikan kepemudaan global yang didirikan Paus Fransiskus pada tahun 2013 di Buenos Aires.

Related posts

KPU Papua Sebut Pemilih Melebihi 100 Persen DPT karena DPTb dan DPK

Bams

Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Lumpuhkan 2 KKB Pelaku Pembunuhan Josep Agus Lepa

Fani

Lagi Kekerasan terhadap OAP: Pendekatan Sekuritisasi berujung Penjajahan Hak Asasi Warga Papua

Fani

Tokoh Papua Serukan Pemilu Damai

Fani

Kadis PUPR Mimika : Volume Pekerjaan Tidak Diakui Karena Persoalan Tanah

Fani

Laskar Merah Putih Tegaskan Dukung Penuh Program Transmigrasi di Papua

Fani

Leave a Comment