Edukasi Fauzun Nihayah Tentang Pemimpin Perempuan Di Era Milenial

MERAUKE- Wakil Bupati Merauke, Dr.Fauzun Nihayah, S.Hi, MH dihadirkan khusus sebagai pembicara pada kegiatan seminar Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Merauke dalam rangka Harlah Muslimat NU ke-80.
Seminar tersebut mengusung tema “Membangun karakter pemimpin perempuan di era milenial” dipusatkan di gedung Kanol Sai, Selasa (3/2).

Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua Selatan, KH Mohammad Arifin dan turut dihadiri pula oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Papua Selatan, Hj. Al Mar’atus Solikah. Sesuai dengan tema tersebut, Fauzun Nihayah memberikan pencerahan dan edukasi kepada seluruh peserta terkait dengan kepemimpinan perempuan yang baik dan benar.

Sebagai wakil bupati perempuan pertama di Kabupaten Merauke, Fauzun tidak hanya berupaya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik tetapi juga berbagi wawasan kepada para perempuan lainnya tentang kepemimpinan dari sosok perempuan. Fauzun mengapresiasi kepemimpinan perempuan yang ada di dalam tubuh Muslimat NU dan salut atas kinerja serta sinergitas yang terjalin dengan baik selama ini.

“Di era milenial ini, kita sebagai perempuan yang sudah berada pada tataran memimpin. Namun memimpin tidak harus menjadi kepala daerah, ketua partai dan lain sebagainya. Memimpin yang dimaksud adalah di dalam keluarga dimana kita sudah memiliki anak bahkan menantu. Perlu diingat, kepemimpinan perempuan di era milenial menghadapi banyak tantangan, ancaman tetapi juga ada peluang, “terang Fauzun.

Ia menegaskan, perempuan dan laki-laki memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Yang membedakan hanyalah amal ibadah dan amal perbuatan masing-masing. Sekarang ini banyak perempuan yang tidak hanya menjadi ibu rumah tangga tetapi juga menduduki posisi strategis di berbagai bidang. Perempuan juga aktif sebagai penggerak sosial dan turut berperan mengisi pembangunan.

Perempuan bisa menghadirkan nilai kasih dan mampu menghadirkan empati karena perempuan itu penuh dengan kelembutan. Perempuan juga memiliki sifat sabar, bijaksana serta lebih mengedepankan logika dan etika dalam berpikir. “Seorang perempuan harus dapat memimpin dengan akhlak dan keteladanan terutama dalam keluarga mengingat ibu adalah madrasah pertama bagi anak, ” tegas Fauzun. (iis)

Related posts

Anggota KKB Puncak Dugi Telenggen Ditangkap di Lanny Jaya

Fani

Tangisan Anak Pecah di Tengah Kobaran Api, Polisi Sigap Evakuasi Korban

Fani

Asmat Memanas Pos Satgas 123/Rajawali Dibakar Massa

Fani

Begini Sikap BP3OKP Terkait Perkembangan Politik Jelang Pendaftaran Pilkada

Fani

Dinamika Teknologi Informasi pada Penyelenggaraan MTQ, MUNASID dan E-MTQ

Fani

JOEL Bersama Rakyat, Rebut Kemenangan

Bams

Leave a Comment