Banteng Papua Raya Lolos ke Delapan Besar Soekarno Cup
JAYAPURA,- Banteng Papua Raya memastikan diri melaju ke babak delapan besar Turnamen Sepak Bola U-17 Soekarno Cup 2026 setelah mengamankan posisi runner-up Grup D dengan koleksi enam poin.
Kepastian tersebut diraih setelah Banteng Papua Raya menundukkan Banteng Jawa Tengah dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Jumat malam.
Sementara itu, Banteng DKI Jakarta keluar sebagai juara Grup D dengan torehan tujuh poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Banteng Jambi.
Dengan hasil tersebut, Banteng DKI Jakarta dan Banteng Papua Raya berhak melanjutkan perjuangan ke babak delapan besar.
Banteng Papua Raya yang berstatus runner-up Grup D akan menghadapi Banten sebagai juara Grup C. Sementara Banteng DKI Jakarta akan berhadapan dengan Bali.
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano, mengapresiasi perjuangan para pemain Banteng Papua Raya sepanjang fase grup.
Menurutnya, kekalahan dari Banteng DKI Jakarta menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Evaluasi tersebut kemudian mampu ditunjukkan melalui penampilan lebih baik saat menghadapi salah satu tim kuat, Banteng Jawa Tengah.
“Anak-anak bermain baik malam ini. Semoga kemenangan ini menjadi kebangkitan Banteng Papua Raya hingga babak final nanti,” ujar Benhur Tomi Mano.
Meski telah memastikan tiket delapan besar, pria yang akrab disapa BTM itu mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas. Ia meminta seluruh pemain tetap rendah hati dan mengutamakan permainan kolektif.
“Saya harap pemain tidak puas diri, tetap tenang dan bermain dengan hati. Kurangi skill individu dan bermain secara tim untuk meraih kemenangan,” katanya.
BTM juga mengingatkan bahwa lawan Banteng Papua Raya di babak delapan besar bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Banten sebelumnya mampu mengalahkan Bali, yang merupakan juara pada edisi perdana Soekarno Cup, sehingga Bali harus puas berada di posisi kedua.
“Banten tim yang bagus. Anak-anak harus bisa bermain sabar dan tidak emosi. Saya harap jajaran pelatih bisa memanfaatkan waktu sehari untuk rehat dan mengembalikan stamina pemain. Saat laga perempat final, pemain harus benar-benar siap,” pungkasnya.
