Pasific Pos.com
Headline PON Papua 2021

Andreas Yunut Boky, Atlet Papua Menembak, Sabet Tiga Emas dan 1 Perunggu

Ketua Pengprov Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw, SE foto bersama para atlet peraih juara lomba menembak. ( Tiara)

Sentani – Kali ini sejarah mencatat, tuan rumah PON XX, Atlet menembak putra dari kontingen Papua memberikan kejutan yang sangat luar biasa. Pasalnya, atlet tim menembak putra Papua memborong gelar cabang olahraga menembak dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua kelas double trap man team dan double trap man individual, dalam final menembak di venue menembak outdoor Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Sabtu petang, 9 Oktober 2021.

Pada kelas double trap man individual, penembak Papua, Andreas Yunut Boky berturut-turut berhasil meraih medali emas dengan perolehan nilai 103, disusul atlet Papua lainnya, Slamet Riadi dengan skor 102, dan penembak DKI Jakarta, Anas Muhsinon Joko yang mendapat 100 poin.

Pada kelas double trap man team, atlet Papua Andreas Yunut Boky dan Slamet Riadi kembali meraih emas dengan skor 205, disusul pasangan Woli Hamsan dan Hilmansyah dari Sumatera Selatan dengan skor 176 dan atlet Bangka Belitung, Sugeng Widodo yang berpasangan dengan Lantik Insan Prabowo yang memperoleh 155 poin.

Pada kesempatan ini, Ketua umum Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Provinsi Papua, Jhony Banua Rouw, SE mengatakan, ia bersyukur kepada Tuhan karena anak-anak Papua dapat menunjukan talenta yang mereka miliki dalam cabang olahraga (cabor) menembak.

“Dengan bimbingan dan latihan, kita bisa buktikan bahwa anak anak Papua bisa. Mereka mampu apabila diberi kesempatan dan dibina dengan baik,” kata Jhony Banua Rouw kepada sejumlah awak media usai penyerahan medali kepada atlet pemenang menembak di outdoor Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Sabtu petang (9/10/2021).

Bahkan kata Jhony Banua Rouw yang juga sebagai Ketua DPR Papua, hingga kini cabor menembak telah meraih lima medali emas dibeberapa kelas berbeda. Bukan hanya beregu dan tim, tapi juga perorangan. Tiga medali emas berhasil dipersembahkan atlet menembak asli Papua.

“Meski persiapan kami minim, dan lawan lawan kami, adalah mereka yang sudah sekian tahun latihan juga merupakan atlet pelatihan nasion (pelatnas), namun atlet kami mampu ternyata menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Jhony Banua Rouw atau yang akrab disapa JBR.

Dengan keberhasilan yang dicapai saat ini, JBR optimis, jika ke depan akan banyak anak-anak Papua yang dapat beprestasi dalam cabor menembak.

Untuk itu tandas JBR, Perbakin Papua akan terus membina mereka setelah PON XX Papua ini.

“Ada anak anak SMP, SMA yang kini ikut nomor 10 meter dan sebagainya, mereka bisa menempati 12 besar. Untuk atlet yang berprestasi, kami Perbakin juga menyiapkan bonus,” ucapnya.

Hal senada dikatakan, Wakapolda Papua, Brigjen Eko Rudi Sudarto, bahwa capaian atlet menembak Papua telah membuktikan, kalau provinsi tertimur di Indonesia ini adalah gudangnya atlet.

“Kini tinggal bagaimana kita semua menyiapkan bibit atlet itu agar kita bisa lihat hasilnya. Saya kira, kita semua sudah harus sadar, Papua adalah tanah atlet. Tugas kita semua menggelorakan olahraga,” kata Eko Rudi Sudarto yang juga menyerahkan medali kepada atlet menembak kelas double trap man team.

Selain itu, Wakapolda Papua juga mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dan selalu menjaga protokol kesehatan (Prokes).

“Jadi bukan hanya prestasi yang dijaga, tapi lebih dari itu. Bhineka Tunggal Ika pun harus terwujud di momen PON XX Papua ini dan juga tetap menjaga protokol kesehatan,” tegas Eko Rudi Sudarto.

Sementara itu, atlet menembak Papua, Andreas Yunut Boky mengatakan, jika prestasi yang diraihnya ini merupakan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa dan mukjizat-Nya yang diberikan kepada dirinya.

Bahkan, Andreas mengaku tidak menyangka bisa kembali meraih emas di cabor menembak untuk Tim Papua dibawa binaan Ketua Pengprov Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw.

“Ini semua berkat Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan, saya sendiri pun tidak menyangka bisa dapat dua emas. Padahal, saya baru bergabung dengan Perbakin pada 2019 sampai sekarang diajang PON XX. Dan kini saya mampu mendapatkan medali emas dan satu perunggu. Yakni di nomor Trap Man Team itu emas. Sementara Trap Man Individual dapat perunggu, Double Tap Man Individual dan Double Trap Man meraih emas juga. Jadi semua empat, 3 medali emas dan 1 perunggu yang berhasil diraih,” ungkap Andreas Yunut Boky saat dijumpai sejumlah wartawan usai menerima medali emas.

Artinya, jika selama bertanding di cabor menembak PON Papua, Andreas Yunut Boky telah mampu mempersembahkan tiga medali emas dan satu perunggu untuk Papua dalam kelas perorangan maupun team.

“Medali emas ini, saya akan persembahkan untuk Papua, karena saya juga orang Papua dan masyarakat Papua. Saya merasa bangga bisa meraih emas untuk Papua,” tekannya.

Namun diakui, jika dalam menembak ini tantangannya harus melawan diri sendiri. Sehingga perlu konsentrasi penuh dan harus tetap fokus, untuk bagaimana menggunakan semua teknik selama latihan.

“Kuncinya, saya banyak berlatih dan juga berdoa, karena semua itu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Andreas yang juga nota bene sebagai Anggota TNI dari Korem Merauke itu.

Yang jelas, Andreas mengaku sangat termotivasi sebab, sebelumnya Papua belum dapat emas sama sekali sejak hari pertama pertandingan di cabor menembak. Tapi kini, Andreas bersyukur karena dirinya bisa menyumbangkan medali emas untuk Papua.

Untuk itu, Andreas yang baru pertama kali mengikuti ivent 4 tahunan ini, seperti PON Papua 2021, mengaku sangat bangga lantaran telah berhasil menyabet tiga medali emas dan satu medali perunggu pada perlombaan yang digelar di Lapangan Menembak Outdoor Silas Papare, Doyo Lama, Distrik Waibhu Kebupaten Jayapura.

” Saya tidak sangka-sangka bisa membawa tiga emas yang akan saya persembahkan untuk Papua,” pungkasnya. (Tiara).