Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis Headline

Agro Wisata Buah Naga di Manokwari Gunakan Pertanian Modern Electricfying Agriculture

Bupati Manokwari, Hermus Indou menyalakan saklar sebagai tanda peresmian kebun buah naga menggunakan elektifikasi pertanian.

Manokwari – Petani buah naga di Desa Prafi, SP4 Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, beralih ke program Electrifying Agriculture atau elektrifikasi pertanian dari PLN untuk meningkatkan produksi.

Electrifying Agriculture merupakan salah satu program yang dilaksanakan PLN untuk mendorong petani memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas pertaniannya menggunakan energi. Ia menjelaskan, dengan adanya cahaya lampu maka bibit buah naga mendapatkan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Manokwari, Robert Rumsaur mengatakan, sebagai electrifying agriculture, elektrifikasi buah naga mendorong peningkatan perekonomian petani karena panen dapat dilakukan sepanjang tahun.

“Dengan penerangan lampu, buah naga bisa terus dipanen tidak ada musiman lagi,” kata Roberth, Selasa (24/5/2022).

Dia menjelaskan, program Electrifying Agriculture merupakan program peningkatan produktivitas dan efisiensi pelaku pertanian, peternakan, dan perikanan melalui listrik PLN yang lebih mudah, terjangkau dan andal untuk masyarakat Indonesia.

Para petani buah naga, kata dia, menggunakan cahaya lampu dengan intensitas penyinaran selama 10 jam/hari. Sebagai perbandingan dengan sinar matahari hanya satu sisi pohon yang berbuah, bila disinari dengan listrik maka ke empat sisi pohon berbuah, sehingga ada tiga tambahan buahnya.
“Tanaman buah naga membutuhkan sinar ultraviolet untuk berfotosintesi atau merangsang sehingga muncul bunga dan buah dari tanaman kaktus tersebut. Dengan Inovasi PLN, kian marak berlangsung di perkebunan buah naga yang ada di Tanah Air melalui program Electrifying Agriculture khusus memenuhi kebutuhan sinar ultraviolet setiap harinya,’’ jelasnya.

Roberth mengatakan, untuk besaran program bantuan yang diberikan enilai Rp50 juta yang memberi dukungan solusi peningkatan kesejahteraan bagi petani.

Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan, dengan elektrifikasi bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL dari PLN ini, wisata petik pertama kali di Manokwari tercetuskan.

Dampak lain dari program tersebut, kata Bupati, adalah dapat meningkatkan ekonomi melalui sektor pariwisata seperti wisata petik buah dan ribuan lampu yang terang bersinar di malam hari memunculkan spot-spot cantik untuk berswafoto di malam hari, sehingga menambah daya tarik wisata.

“Prafi dengan daerah pertanian sekarang sudah mulai berhasil mengembangkan tanaman buah naga karena kultur tanah yang subur. Agro Wisata Petik Buah Naga yang menyuguhkan pertanian buah naga disinari lampu-lampu LED yang terletak di SP4-Prafi, menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati sensasi ke ladang buah naga sambil memetik,” kata Hermus.

Sukibun, salah satu petani buah naga, mengungkapkan sebelum menggunakan listrik PLN, petani di SP4 hanya mengandalkan sinar matahari untuk penerangan.

“Alhamdulillah listrik PLN kini sudah menjangkau kebun buah naga kami para petani. Dengan lahan seluas 7.500 meter persegi dan ditanami 300 pohon lebih buah naga dengan jenis mawar yang berdaging tebal dan kulit buahnya tipis merupakan jenis unggulan buah naga,’’ ucap Sukibun.

Dia mengatakan, sering gagal panen apabila cuaca buruk. Meski terkadang panen berhasil, namun jumlahnya tidak menentu.

‘’Maksimal 40 ribu Kilogram. Puji Tuhan, PLN berikan bantuan pencahayaan lampu, sebanyak 150 buah lampu LED 1215 lumen sudah menerangi tanaman buah naga kami dan harapannya peluang hasil produksi meningkat.Terima kasih banyak PLN,’’ ucapnya.

Sukibun mengaku akan mengembangkan produk olahan dan agro wisata bisa petik langsung dikebun SP4-Prafi.

“Kebun akan dibuka sampai pukul 7 malam untuk yang mau berfoto juga karena spot yang cantik saat malam hari, bisa juga langsung petik buah naga tinggal timbang dan bayar,’’ katanya.

Selain itu, nantinya produk buah Naga juga akan dikelola bukan hanya berupa buah yang bisa dibeli, tetapi juga dalam bentuk olahan kripik dan juss kemasan yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Hadir dalam acara peresmian electricfyng agriculture di SP4, Prafi yaitu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat, Bupati Manokwari, Kepala Distrik Prafi, Kapolsek Prafi, Kepala Kampung Udapi Hilir, Badan Bimbingan Masyarakat dan Manajemen PT PLN (Persero) UP3 Manokwari. Acara peresmian ditandai dengan penyalaan saklar. (Red)