Geliat Pertanian Di Merauke, Gencar Sukseskan PSN Dan Dorong Kesiapan Petani

MERAUKE-Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Josefa L. Rumaseuw menyampaikan bahwa Program Strategis Nasional (PSN) menjadi bagian dari proses pembangunan di seluruh Indonesia.

 

Di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pangan menjadi prioritas utama dalam PSN di samping beberapa sektor lainnya yang juga turut diprioritaskan.

 

Setiap individu yang bergerak di berbagai sektor tentu membutuhkan pangan yang sehat dan dengan ketersediaan pangan yang memadai dapat menunjang pembangunan serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Khusus untuk Kabupaten Merauke, pembangunan bidang pertanian terus digencarkan dengan memanfaatkan potensi pertanian yang sangat luas.

 

“Pada tahun 2024 sektor pertanian menjadi isu yang begitu seksi di Kabupaten Merauke dimana pembangunan pertanian gencar dilakukan plus didukung pemerintah secara penuh. Bantuan begitu deras bergulir demi mensukseskan pembangunan yang sedang berjalan. Optimalisasi lahan menjadi salah satu upaya dengan memanfaatkan potensi yang luar biasa sehingga proses pengembangan sektor pertanian berjalan maksimal, “terang Josefa di ruang kerjanya, Selasa (29/9).

 

Ia menjelaskan, lahan-lahan tidur juga dioptimalkan sehingga memberikan manfaat besar. Menurutnya, petani Merauke pada dasarnya sudah sangat siap untuk mensukseskan program pertanian sehingga mencapai swasembada dan surplus khusus komoditi padi. Pada tahun 2025 lalu telah dilakukan ekstensifikasi dan masyarakat telah merasakan dampaknya.

 

Pembangunan pertanian membawa perubahan bagi perekonomian Kabupaten Merauke serta mendorong sektor-sektor yang lain menjadi lebih baik. Artinya, ketika pangan bisa terpenuhi dan petani bekerja dengan baik maka nilai penting petani juga ikut meningkat. Otomatis pada tahun 2024 hingga 2026 ini seluruh petani sangat berperan dalam menunjang perputaran pangan yang lebih baik.

 

Yang pertama, petani Merauke sudah siap menjadi lini terdepan untuk menjaga pangan. Yang kedua, pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten melalui APBN maupun APBD mensupport petani dengan bantuan secara penuh. Mulai dari ketersediaan lahan masyarakat serta data dari Dinas Pertanian yang cukup mendukung terkait take and give antara kesiapan lahan dan kesiapan petani dengan program yang masuk.

 

Ini menjadi salah satu tahapan penting yang harus dipersiapkan secara bersama dengan mengoptimalkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dengan semua lini. Dalam hal ini stake holder terkait, TNI, Polri, BUMN, BUMD, Pertamina, Pupuk Indonesia, perbankan dan lain sebagainya.

 

Sejak tahun 2024 hingga 2026 bantuan pemerintah benar-benar digencarkan, mulai dari penyediaan benih, alsintan, pupuk bersubsidi juga BBM bersubsidi.

 

Ia menegaskan, optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat berdampak langsung kepada masyarakat, petani dan setiap usaha yang banyak menyerap tenaga kerja. Jadi semua orang bisa mengambil bagiani dalam pembangunan pertanian.(iis)

Related posts

Pengemudi Ojek Jadi Korban Penganiayaan OTK di Paniai

Fani

Anggota KKB Puncak Dugi Telenggen Ditangkap di Lanny Jaya

Fani

Agustinus:FGD, Upaya Bantu Pemerintah Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat

Bams

Gebyar Ramadhan Astra Motor Papua di Sorong

Fani

Warga Korban Penganiayaan di Puncak Jaya Dievakuasi

Fani

NUS – YAN: Tolikara Harus Maju di Semua Bidang

Bams

Leave a Comment