Kampanye Keselamatan Perhubungan Digaungkan, Tingkatkan Kesadaran Para Pejuang Nafkah Di Laut Papua Selatan

MERAUKE-Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada tanggal 17 September setiap tahunnya memberikan harapan besar terhadap kemajuan sektor perhubungan di Indonesia termasuk di Provinsi Papua Selatan selaku provinsi baru. Dinas Perhubungan selaku instansi yang berwenang terus berupaya melakukan terobosan dan pembenahan di segala segi agar perhubungan semakin baik, salah satunya dengan menggencarkan kampanye keselamatan perhubungan, baik darat, laut dan udara.

Kampanye keselamatan perhubungan adalah program penyuluhan dan edukasi publik yang dilakukan oleh pemerintah atau instansi terkait untuk meningkatkan kesadaran, kepatuhan dan budaya keselamatan dalam menggunakan sarana transportasi. Diharapkan melalui kampanye ini dapat menekan angka kecelakaan,
terbangun budaya keselamatan serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

KOMITMEN DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI PAPUA SELATAN


Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Dr. Michael Rooney Gomar, S.STP (Foto:ist)

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Dr. Michael Rooney Gomar, S.STP., M.Si kepada Pasific Pos, Rabu (9/9) mengemukakan, Dinas Perhubungan bersama dengan beberapa instansi terkait telah bersepakat untuk mengkampanyekan keselamatan dan kenyamanan dalam menggunakan sarana transportasi kepada masyarakat luas. Oleh sebab itu pada peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun ini kampanye tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan.

Diharapkan dengan adanya kampanye keselamatan perhubungan, pemahaman masyarakat semakin meningkat terutama para pengguna jasa agar mematuhi aturan yang ada. Pesan-pesan keselamatan juga akan disampaikan, baik untuk pengguna transportasi darat, laut maupun udara.

Dalam hal ini Dinas Perhubungan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam memberikan pemahaman, wawasan dan edukasi kepada nelayan khususnya nelayan di ujung timur Indonesia. “Jadi kita sudah membagi tugas untuk kampanye ini termasuk untuk wilayah laut yang dihandle langsung oleh rekan-rekan yang berwenang, salah satunya pihak Syahbandar, ” tukasnya.

Selaku kepala dinas ia berharap dengan momentum Hari Perhubungan Nasional tahun 2026, perkembangan perhubungan di Papua Selatan semakin baik, khususnya untuk sarana prasarana. Sebab kondisi daerah, letak geografis dan jangkauan yang cukup jauh sehingga sarana transportasi belum memadai.

Artinya, konektivitas wilayah masih sangat terbatas. Memang untuk mencapai harapan yang dimaksud membutuhkan proses dan dukungan anggaran. Namun apapun kondisinya, pihaknya tetap optimis bahwa peningkatan dapat terwujud di tahun-tahun berikutnya sehingga pelayanan publik di bidang transportasi semakin baik khususnya dalam hal keselamatan.

SINERGITAS DAN DUKUNGAN KSOP

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Ch. L. Salindeho, S.H., M.Mar (foto:iis)

Kantor Syahbandar komit memastikan keselamatan, keamanan dan kelancaran kegiatan pelayaran bagi kapal, termasuk kapal nelayan yang beroperasi di laut. Menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), memeriksa kesiapan kapal dan dokumen nelayan sebelum melaut, mengeluarkan SPB atau Surat Izin Berlayar (SIB) agar nelayan sah dan aman berangkat ke laut.

Memeriksa kelaiklautan kapal, mengecek kondisi fisik kapal ikan, mesin, alat keselamatan dan perlengkapan navigasi. Memastikan kapal nelayan layak dan tidak membahayakan keselamatan jiwa. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Ch. L. Salindeho, S.H., M.Mar, Jumat (11/9) menjelaskan bahwa pihaknya terus memberikan himbauan kepada para nelayan agar mempersiapkan perlengkapan dan kondisi kapal sehingga selamat saat melaut.

Yang tidak kalah penting adalah tidak memaksakan diri melaut ketika cuaca buruk serta tidak melanggar batas wilayah laut. Diakui kesadaran nelayan terkait keselamatan sudah cukup baik sehingga persiapan sebelum melaut benar-benar diperhatikan. “Bersyukur sekali mereka sudah paham sehingga tidak terjadi hal-hal yang menonjol. Diharapkan kepatuhan ini tetap terjaga dan nelayan sebagai pejuang nafkah untuk keluarga dapat kembali dengan selamat, ” terang Julivan di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, kampanye keselamatan memiliki peran penting sehingga gencar dilakukan setiap saat. Tidak hanya saat peringatan Hari Perhubungan tetapi berlangsung rutin. Petugasnya pro aktif mengedukasi nelayan, baik pada momen-momen khusus maupun saat bertemu langsung dengan nelayan.

Menurutnya, berbicara tentang keselamatan adalah jangka panjang, tidak hanya melindungi keselamatan awak kapal tetapi juga harta (kapal). Harapannya, jiwa selamat dan hartapun tidak hilang. “Jadi tidak ada yang dirugikan dan kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat. Kita akan terus mengedukasi bahwa keselamatan adalah nomor satu, ” tegasnya.

PENTINGNYA PERSIAPAN SEBELUM MELAUT

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan, Taufik Latarissa Bersama Stake Holder Terkait (foto:ist)

Khusus untuk di wilayah laut, selain masyarakat umum yang banyak menggunakan sarana transportasi laut, juga ada kalangan nelayan yang setiap saat berjibaku dengan aktifitas di lautan. Tentunya para nelayan ini juga harus memahami pentingnya menjaga keselamatan selama mencari nafkah di lautan luas apalagi jika berhari-hari bahkan berbulan-bulan lamanya.

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan, Taufik Latarissa mengapresiasi kampanye yang digaungkan di sektor perhubungan khususnya untuk wilayah laut. Ia berharap wawasan nelayan meningkat, selalu memperhatikan keselamatan di laut serta lebih mempersiapkan diri. Selain untuk keselamatan diri juga demi keamanan dimana nelayan diminta untuk tidak mencari ikan di wilayah negara lain.

“Tentunya nelayan telah mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melaut, yang paling penting untuk navigasi itu wajib lalu pelampung harus ada di kapal, obat-obatan dan lain sebagainya, “tukas Taufik. Pria yang juga anggota DPR Kabupaten Merauke ini menghimbau nelayan untuk mematuhi peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG terkait dengan kondisi di laut maupun kelayakan kapal.

Ketika kondisi laut sedang tidak baik maka nelayan harus dapat mematuhi agar tidak berdampak buruk bagi nelayan itu sendiri. Sementara itu H. Suddin, salah satu nelayan mengemukakan, sejak tahun 1991 dirinya sudah menjadi nelayan di Kabupaten Merauke dan selalu memperhatikan soal keselamatan, baik dirinya sebagai nahkoda maupun ABK.

Pemilik KM. Sinar Jannah, H. Suddin (Foto:iis)

Selama mencari ikan, ia fokus di wilayah Laut Arafura dan hingga sekarang berjalan dengan lancar. Pemilik KM. Sinar Jannah ini menilai bahwa keselamatan di atas kapal adalah hal utama sehingga ia sudah mempersiapkan segala perlengkapan sejak jauh-jauh hari. “Yang pertama saya cek adalah kondisi kapal, mesin, peralatan di atas kapal lalu bahan makanan.

Yang tidak kalah penting adalah perlengkapan cadangan sehingga jika terjadi kendala di laut dapat dipergunakan. Intinya, keselamatan yang saya utamakan, kalau soal jumlah tangkapan, urusan belakangan. Yang penting kita selamat dulu, “ujar pria asal Sulawesi Selatan ini saat ditemui di kediamannya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dan keamanan dirinya rutin mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan oleh beberapa pihak termasuk dari perhimpunan nelayan. Sebagai nahkoda ia sadar betul, harus memahami kondisi yang ada khususnya di atas kapal. Berdasarkan pengalaman sebagai nelayan puluhan tahun, ia sudah sangat memahami soal keselamatan dan ditegaskan pula kepada seluruh ABKnya.(iis)

Related posts

IMPAS Diharap Jadi Patokan Musisi Daerah

Bams

Tanggapan Sucahyo Agung Pasca Inspektorat Raih Peringkat Pertama Kinerja Terbaik

Bams

Satgas Ops Damai Cartenz dan TNI Berhasil Pukul Mundur Pelaku Pembakaran Sekolah

Fani

BWI Nabire Resmi Terbentuk, Siap Wujudkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Fani

Bentuk Dukungan Kodim 1702/Jayawijaya Sukseskan PMB

Fani

Terus Kebut, Satgas TMMD ke-123 di Kbusdori Mulai Pasang Atap Seng

Fani

Leave a Comment