Dua Public Speaker Kondang Merauke Berbagi Cerita Keseruan Pandu Acara Nobar Piala Dunia

MERAUKE-Semarak Piala Dunia 2026 begitu luar biasa, menyedot perhatian dunia khususnya para pecinta sepak bola di seluruh penjuru negeri. Baik di dalam maupun luar negeri, tidak pernah berhenti memperlihatkan evoria pertandingan yang selalu ditunggu-tunggu setiap empat tahun itu.

Termasuk di wilayah selatan Papua, nun jauh di sana, ada evoria yang juga tidak kalah luar biasa. Masyarakat berupaya menyaksikan momen penting para jagoannya saat berlaga di lapangan hijau. Tidak ketinggalan para penggemar sepak bola di Kabupaten Merauke, lebur dalam evoria yang sama.

Apalagi saat ini Pemda setempat di bawah kepemimpinan Yoseph Bladib Gebze dan Fauzun Nihayah tengah menggelar acara nonton bareng yang dapat disaksikan secara gratis oleh seluruh masyarakat. Tidak hanya memanjakan pecinta sepak bola, Pemda juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di area nobar.

Hiburan juga turut disuguhkan kepada masyarakat sejak jam tujuh malam sehingga momentum nobar semakin meriah. Yang tak boleh dilupakan adalah peran pembawa acara menjadi sangat penting dalam memandu acara sehingga berjalan lancar. Tidak hanya meriah tetapi juga mampu menghidupkan suasana.

Kali ini panitia menggandeng dua figur MC kondang Kota Rusa, Franky Wohel dan Wilhelmina Welliken. Mereka berdua dikenal sebagai public speaker profesional yang kerap diminta memandu berbagai acara bergengsi. Oleh karena itu pilihan tepat, ketika panitia penyelenggara berkolaborasi dengan kedua sosok yang akrab disapa Kaka Franky dan Winona itu.

Kepada Pasific Pos, Jumat (17/7), Franky menyampaikan bahwa dirinya bersyukur karena diberikan kepercayaan oleh Pemda untuk memandu acara bergengsi dan melibatkan banyak orang tersebut. Diakui kolaborasi dengan Pemda khusus untuk momen nobar piala dunia baru pertama kali baginya namun untuk momentum nobar di luar Pemda dirinya sudah sering menjadi MC.

Menurut Franky, menjadi MC nobar sepak bola memiliki keseruan tersendiri karena berbeda dengan acara-acara lain yang memang sudah terkonsep sedemikian rupa. Khusus untuk nobar menjadi tantangan baginya karena ia harus melakukan beberapa persiapan, dalam hal ini pengetahuan seputar sepak bola tentunya. “Saya harus menambah referensi terkait sepak bola karena ini momen empat tahun sekali yang spektakuler.

Saya berupaya tampil profesional di atas panggung agar acara berjalan sukses. Selain itu juga harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan utama sebagai penyiar radio dengan aktivitas sebagai MC. Pasalnya, sudah ada jadwal rutin untuk saya siaran,”ujarnya. Bahkan ia harus rela tidur di mobilnya agar tidak terlambat bangun untuk memandu acara yang berlangsung hingga pagi hari itu.

Pria yang berprofesi sebagai penyiar RRI ini memberikan apresiasi kepada Pemda Merauke karena telah memberikan ruang kepada masyarakat yang merindukan momen-momen kebersamaan setiap piala dunia plus suguhan hiburan yang menarik. Hal senada disampaikan rekannya, Winona yang untuk kesekian kalinya kembali duet dengan Franky di atas panggung.

Wanita yang juga laris diundang sebagai MC momentum-momentum penting ini mengungkapkan bahwa nobar menjadi wadah pemersatu bagi penggemar sepak bola. Ketika dipercaya oleh panitia yang terdiri dari sekda , asisten 2, asisten 3, Dinpar dan lain-lain untuk memandu acara bersama Franky, ia sangat senang sekaligus bangga.

Pasalnya masih diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam program yang diperintahkan oleh pusat kepada seluruh Pemda setiap kabupaten untuk melaksanakan nobar dengan melibatkan UMKM di bawah binaan Dinas Perindagkop Kabupaten Merauke.

“Event dunia empat tahun sekali ini merupakan kesempatan emas yang menantang profesionalisme saya sebagai MC karena dituntut untuk memiliki stamina yang kuat. Khususnya stamina untuk mendukung kapasitas suara yang prima. Karena acara yang dipandu membutuhkan kreativitas dan profesionalitas, jadi saya harus memiliki pengetahuan luas tentang dunia sepak bola dan dunia UMKM,”terang wanita yang juga pegiat sosial ini.

Menurutnya, menggabungkan dua informasi dalam satu acara dan harus menarik tentu tidak mudah. Namun ia bersyukur karena difasilitasi oleh panitia dengan sangat baik termasuk kostum MC. Pihaknya juga aktif mempromosikan 20 UMKM yang berpartisipasi dalam acara nobar. Keseruan acara berlanjut ketika sesi pemberian door prize yang didukung oleh sejumlah sponsor. Tidak ketinggalan organisasi Barisan Merah Putih yang memberikan door prize berupa bola, kaos, tumbler dan topi. (iis)

Related posts

Patroli Malam di Nabire, Polisi Amankan Senjata Tajam

Fani

Korban Aksi KKB di Ndeotadi 99 di Evakuasi ke Kabupaten Nabire

Bams

PLN Sukses Hadirkan Listrik Anti Kedip di MTQ ke-30 se Tanah Papua

Fani

Membanggakan, Theresia Mahuze Raih Penghargaan Best Figure Indonesia People Choice Award Di Bali

Bams

Pemkab Teluk Wandama Akan Bangun 3 Dapur MBG

Bams

Bupati Yoseph Dan Wabup Fauzun Ingatkan Pentingnya Menjaga Kamtibmas Secara Bersama

Bams

Leave a Comment