Kerap Jadi Juri Berbagai Lomba, Wilhelmina Sebut Potensi Anak Muda Papsel Luar Biasa
MERAUKE-Sosok Wilhelmina Welliken, seorang public speaker juga MC kondang Merauke sudah tidak asing lagi. Wanita yang juga pegiat sosial dan aktif di berbagai organisasi ini sering didaulat menjadi juri sejumlah lomba pada event-event bergengsi. Tidak jarang dirinya juga diundang menjadi pemateri terkait public speaking oleh sejumlah pihak bahkan diminta menjadi dosen tamu.
Khusus untuk juri, cukup banyak yang menggunakan jasanya untuk memberikan penilaian kepada peserta, baik tingkat anak-anak, dewasa, remaja, umum hingga di kalangan ibu-ibu.
Dengan kemampuan public speaking yang mumpuni, wanita yang akrab disapa Winona ini tidak hanya mampu menghidupkan suasana tetapi juga pro aktif memberikan masukan kepada peserta.
Salah satu lomba yang kerap dinilai Winona sebagai juri adalah lomba yang menonjolkan bakat anak muda. Winona hadir bersama beberapa dewan juri berkompeten lainnya menilai penampilan dan karya peserta untuk selanjutnya menentukan sang juara.
Ia memiliki pandangan tersendiri terhadap penyelenggaraan lomba yang menyasar anak muda khususnya di wilayah selatan Papua. Menurutnya, lomba-lomba seperti ini harus sering dilaksanakan agar generasi muda memiliki ruang mengekspresikan diri dan menyalurkan bakat.
“Potensi anak muda Merauke begitu luar biasa sehingga jika disalurkan di berbagai lomba maka akan sangat bagus. Termasuk remaja di lingkup sekolah yang sangat membutuhkan wadah untuk menyalurkan bakat dan minat mereka, ” terangnya kepada Pasific Pos usai menjadi juri Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Provinsi Papua Selatan di Halogen Hotel, Sabtu (30/5).
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pemerintah setempat telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap potensi anak muda di Provinsi Papua Selatan sehingga dapat membawa harum nama daerah hingga keluar Papua.
Banyaknya event lomba yang digelar semakin membuka ruang untuk anak muda berkreasi dan mengasah kemampuan menjadi lebih baik lagi. Seringnya ia menjadi juri lomba bakat dan minat, semakin membuka mata seorang Winona bahwa potensi anak muda yang ada di ujung timur tidak kalah dengan daerah lain. (iis)
