Momen Idul Adha, Pangdam XXIV/MT Tekankan Keteladanan Nabi Ibrahim Kepada Prajurit
MERAUKE,- Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E. didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XXIV/Mandala Trikora Ny. Jeni Frits W.R Pelamonia, menegaskan bahwa momentum Idul Adha 1447 Hijriah bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sarana membangun loyalitas, ketaatan, dan semangat pengorbanan dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit TNI AD.
Penegasan tersebut disampaikan Pangdam saat memimpin kegiatan pemotongan hewan kurban yang digelar di Aula L.B. Moerdani Makodam XXIV/MT, Jalan Poros Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan, Rabu (27/5).
Dalam sambutannya, Pangdam XXIV/MT mengajak seluruh prajurit, PNS TNI AD, serta keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum evaluasi diri guna meningkatkan semangat pengabdian, loyalitas, dan kepatuhan terhadap tugas serta tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
“Iduladha mengajarkan makna pengorbanan sejati sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan hal paling berharga demi ketaatan kepada Tuhan. Nilai itu harus tertanam dalam kehidupan prajurit, yakni loyalitas, kesiapan menjalankan perintah, dan pengabdian tanpa pamrih,” tegas Pangdam.
Menurutnya, agama juga mengajarkan pentingnya menghormati kepemimpinan dan pemerintahan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan religius. Karena itu, setiap prajurit dituntut memiliki loyalitas yang kuat terhadap pimpinan serta siap melaksanakan tugas dari tingkat tertinggi hingga satuan paling bawah.
“Momentum ini menjadi sarana introspeksi bagi kita semua agar menjadi pribadi yang lebih taat, lebih disiplin, lebih loyal, dan semakin siap menjalankan amanah tugas,” ujarnya.
Selain mengandung nilai spiritual, Pangdam menekankan bahwa ibadah kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Daging kurban diharapkan dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.
Ia juga mengingatkan panitia penyelenggara agar proses penyaluran hewan kurban dilakukan secara tertib, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat kurang mampu.
“Semangat pengorbanan harus diwujudkan dalam kepedulian kepada sesama. Kurban bukan hanya ibadah, tetapi juga bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XXIV/MT secara simbolis menyerahkan hewan kurban didampingi Ketua Persit KCK Daerah XXIV/MT kepada Panitia Kurban Masjid At-Taqwa Kodam XXIV/MT sebelum dilanjutkan dengan penyaksian proses pemotongan hewan kurban.(Iis)
