PS Yapen Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit di Liga 4 Papua

SENTANI – Manajer PS Yapen yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit dalam kompetisi Liga 4 zona Provinsi Papua.

Kekecewaan tersebut disampaikan usai PS Yapen menelan kekalahan 0-1 dari Persiker Keerom dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Barnabas Youwe, Kamis sore. Menurut Roi, keputusan-keputusan wasit dalam pertandingan tersebut dinilai merugikan timnya, bahkan sejak awal kompetisi perangkat pertandingan dianggap tidak bekerja secara sportif.

Ia menegaskan bahwa pertandingan sejatinya berjalan dengan semangat fair play, terlebih mayoritas pemain PS Yapen merupakan pemain muda yang tengah dipersiapkan sebagai generasi masa depan sepak bola Papua. Namun, ia menilai kualitas kepemimpinan wasit justru merusak jalannya kompetisi.

“Kami sangat kecewa dengan perangkat pertandingan sejak awal Liga 4 dimulai. Seakan-akan kami dizalimi oleh keputusan wasit. Kami berharap ke depan Asprov PSSI Papua dapat melakukan evaluasi serta meningkatkan pelatihan bagi para wasit di Papua,” tegasnya.

Roi juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa pertandingan sebelumnya, termasuk saat menghadapi tim dari Sarmi, terdapat sejumlah keputusan kartu kuning yang dinilai tidak perlu. Hal tersebut berdampak pada absennya beberapa pemain kunci saat melawan Persiker Keerom.

Lebih lanjut, ia menilai adanya indikasi ketidakkonsistenan dalam pengambilan keputusan di lapangan, termasuk perbedaan pendapat antara wasit utama dan hakim garis yang kerap membingungkan tim.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi merusak kualitas kompetisi yang sejatinya menjadi wadah pembinaan pemain muda, terutama bagi mereka yang diproyeksikan masuk dalam seleksi tim PON Papua.

Meski demikian, Roi tetap memberikan apresiasi kepada para pemain PS Yapen yang mayoritas merupakan putra asli daerah. Ia berharap penampilan mereka di Liga 4 dapat menarik perhatian tim pencari bakat dan membuka peluang untuk bergabung dalam tim PON Papua.

“Ada beberapa pemain muda kita yang sangat menonjol dengan permainan yang bagus. Semoga tim talent scouting dapat melirik mereka untuk masuk dalam tim PON Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan mengandalkan pemain lokal merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi anak-anak Yapen agar dapat berkembang dan dilirik oleh klub-klub yang lebih besar.

 

 

 

Related posts

Satu Lagi Pembalap Indonesia Berlaga di MotoGP, Arbi Gantikan Buasri di GP Moto3

Fani

Gunansar: Saatnya Persipura Kembali ke Liga 1

Bams

PSBS Haus Kemenangan, Madura United Korban Berikutnya?

Bams

PORPROV Kedua Papsel Resmi Dibuka, Ajang Pengembangan Bakat Atlet

Bams

Pebalap Astra Honda Melaju Kencang pada Balapan Penutup JuniorGP 2024 di Estoril

Fani

Mantan Pelatih Persipura Rudy Keltjes Meninggal Dunia

Bams

Leave a Comment