Perekonomian Papua Tengah Alami Kontraksi Dalam

Jayapura – Perekonomian di wilayah Papua menunjukkan kinerja yang beragam pada triwulan IV-2025 jika dibandingkan dengan triwulan IV-2024 atau year on year. Hal itu disampaikan Adriana Helena selaku Kepala BPS Papua, Senin, 9 Februari 2026.

Dia bilang, beberapa daerah mencatatkan pertumbuhan positif, sementara daerah lainnya mengalami kontraksi cukup dalam.

Ekonomi Papua Tengah pada triwulan IV-2025 tercatat mengalami kontraksi sebesar -35,59 persen yoy. Kontraksi yang sangat dalam ini terutama disebabkan oleh penurunan tajam pada Komponen ekspor barang dan jasa yang terkontraksi hingga -50,98 persen.

Selain ekspor, sejumlah komponen pengeluaran lain juga mengalami kontraksi, antara lain Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar -5,67 persen serta Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar -0,82 persen.

Di sisi lain, pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 3,82 persen, diikuti pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) yang tumbuh 3,09 persen.

Sementara itu, impor barang dan jasa terkontraksi -17,45 persen, yang justru berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi mengingat impor merupakan komponen pengurang dalam perhitungan PDRB.

Berbeda dengan Papua Tengah, Papua Pegunungan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid. Pada triwulan IV-2025, ekonomi Papua Pegunungan tumbuh 4,42 persen (y-on-y). Seluruh dari 17 lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif.

Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 7,07 persen, real estate sebesar 5,82 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 5,74 persen.

Dari sisi sumber pertumbuhan, lapangan usaha Administrasi Pemerintahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,38 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,98 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,70 persen.

Secara regional, perekonomian Papua pada tahun 2025 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 90,51 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 53,63 triliun.

PDRB per kapita Papua tercatat sebesar Rp 84,31 juta atau setara US$ 5.117,25. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Papua tumbuh 3,97 persen, melambat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,11 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8,28 persen, sementara dari sisi pengeluaran didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 3,75 persen.

Sementara itu, Papua Selatan pada tahun 2025 mencatatkan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 35,69 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 19,71 triliun, dengan PDRB per kapita mencapai Rp 64,93 juta atau setara US$ 3.941,02.

Secara tahunan, ekonomi Papua Selatan tumbuh 3,39 persen, terutama didorong oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 4,67 persen serta peningkatan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,33 persen.

Pada triwulan IV-2025 (y-on-y), ekonomi Papua Selatan tumbuh 3,35 persen, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 6,81 persen serta konsumsi rumah tangga sebesar 3,20 persen.

Adapun secara triwulanan (q-to-q), ekonomi tumbuh 2,45 persen, dipicu oleh peningkatan sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 5,69 persen serta lonjakan Ekspor Barang dan Jasa sebesar 20,02 persen.

Related posts

Gerakan TNI AD Manunggal Air di Merauke Berkelanjutan Disambut Antusias

Fani

PLN Melesat ke Fortune Global 500, Digitalisasi dan Beyond kWh jadi Kunci

Fani

Horison Jayapura Luncurkan Spesial Promo Makan Minum di Santan Restaurant

Fani

PLN Sukses Kawal Kelistrikan Kompleks Istana Kepresidenan

Fani

Rangkaian Peringatan Hari Bakti TNI AU ke -77 Tahun, Danlanud SPR Ajangsana ke Panti Asuhan dan Pondok Pesantren

Jems

RS Aceh Tamiang dan Posko Pengungsian Menyala!

Fani

Leave a Comment